Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Komunikasi memang salah satu kunci agar suami-istri senantiasa memahami satu dengan yang lainnya. Tanpa komunikasi, rumah tangga akan terasa hambar seperti sayur tanpa garam.
Tidak semua pasangan suami-istri mampu berkomunikasi dengan baik. Banyak diantara mereka yang hanya melakukan komunikasi searah sehingga dari sinilah timbul prasangka diantara keduanya.
Dan inilah panduan komunikasi efektif untuk suami-istri:
1. Tanamkan dalam hati bahwa suami/istri adalah bagian dari diri kita, bukan orang lain, bukan saingan, apalagi musuh yang mengancam. Dengan pemahaman ini, maka kita akan senantiasa menerima masukan, kritikan, dan nasihat pasangan sebagai sesuatu yang baik untuk keutuhan rumah tangga.
2. Mengedepankan hukum Allah, bukan keinginan dan kepentingan pribadi. Ketundukan terhadap hukum Allah akan meringankan kita untuk menerima kebenaran yang disampaikan suami/istri sekalipun bertentangan dengan keinginan kita.
3. Berupaya memperlakukan suami/istri dengan ma'ruf. Dorongan meraih derajat terbaik di sisi Allah SWT akan membantu suami/istri memperlakukan pasangannya dengan sebaik-baiknya.
"Service Excelent" menjadi cita-citanya. Karena itu seorang istri akan berupaya keras menaati suaminya dan memasukkan kebahagiaan ke dalam hati suaminya meski harus mengorbankan istirahat atau kesenangannya sendiri.
4. Tidak kaku dalam komunikasi. Kehidupan suami-istri adalah ketentraman dan ketenangan serta cinta dan saling percaya. Sikap keras hati suami/istri kadang bisa diluluhkan dengan kelembutan. Arogansi mampu ditundukkan dengan ketaatan dan keikhlasan. Prasangka akan hilang dengan keterbukaan. Rasa kesal dan putus asa sirna dengan kesabaran.
5. Mendudukan suami/istri sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Kesadaran ini akan membantu kita menerima kesalahan yang dilakukan pasangan.
Semoga panduan ini bermanfaat dan sama-sama kita praktekkan di rumah tangga masing-masing.

Hmmm...Info yang sangat bermanfaat.
ReplyDeleteTerima kasih mas Juniarta Rahman
ReplyDelete