Tuesday, December 23, 2014

8 KIAT MENJADI SAHABAT ANAK

   


    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
      Apakah ibu punya sahabat? Apa arti sahabat buat ibu? Sahabat adalah seseorang yang berteman dekat dengan kita, tahu sejatinya siapa kita, menasihati kita ketika melakukan kemaksiatan.
   Sebagaimana kita, anak juga membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi, dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-harinya. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran.
   Bersahabat dengan anak , merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua dalam pendidikan anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan orang tua sebagai teladan, tetapi juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya sehingga ia merasa senang, ceria, dan nyaman dengan diri dan lingkungannya.

      Dan inilah 8 kiat menjadi sahabat bagi anak:

1. Jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Berikan respon positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat, karena kitalah sahabat terbaik mereka. 
  Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya tetapi jangan sampai membuat privasinya terusik dan terganggu. Berikan saran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak. Tidak sedikit orang tua yang memaksakan anaknya untuk selalu menerima pendapat atau jalan pikiran sendiri. Tanpa sadar, orang tua sering menerapkan komunikasi satu arah. 
   Beri anak kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan. Bangun rasa saling pengertian; masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Di sini, lagi-lagi orang tua harus mengawalinya.

2. Libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Sebagai sahabat, orang tua harus menyelami dunia anak. Temani dan dampingi anak kita bermain. Pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain. Ajaklah anak berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif.

3. Berikan teguran secara proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuat dirinya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini akan berdampak negatif perkembangan pribadinya.

4. Berikan kepercayaan kepada anak. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dia lakukan, asal tidak membahayakan, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru.

5. Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang dia raih agar ia merasa dihargai dan termotivasi. Berikan penghargaan atas semua perbuatan baik yang dilakukan oleh anak walaupun hanya sekedar pujian, ciuman, atau pelukan. Dengan begitu, anak belajar untuk menghargai dirinya sendiri dan akan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik demi menyenangkan hati orang tuanya.

6. Jadilah orang tua yang menyenangkan buat anak. Orang tua yang menyenangkan akan membuat anak merasa aman dan nyaman di dekatnya. Dengan begitu, ketika memberikan pemahaman kepada anak tentang suatu hal, maka anak dengan mudah dan enak akan memahami dan menerima.

7. Jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri. Jangan ragu untuk belajar kepada anak jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliku. Orang tua, harus selalu siap koreksi.

8. Ungkapkan rasa sayang. Katakan bahwa kita mencintai dirinya, bagaimanapun keadaannya. Tunjukkan pula dengan sikap sehingga jika anak sedang berbuat salah, ia tak perlu ragu mengakuinya pada kita.

  Dengan menjadi sahabat, insyaAllah orang tua akan lebih dekat dengan anak. Bila anak merasa dekat dengan orang tua, proses pendidikan juga insyaAllah akan berjalan lebih lancar.



No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...