Thursday, December 11, 2014

KIAT AGAR TIDAK STRES MENGELOLA KEUANGAN AKIBAT KENAIKAN BBM


KIAT AGAR TIDAK STRES MENGELOLA KEUANGAN AKIBAT KENAIKAN BBM


      Halo ibu sukses, apa kabar hari ini? semoga hari ini hari yang indah buat kita semua. Amin. 
    Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi benar-benar bagaikan minum pil pahit tiap hari khususnya bagi ibu rumah tangga tulen seperti aku. Karena suka tidak suka harga-harga kebutuhan pokok menjadi naik juga. Akhirnya kenaikan harga BBM ini mau tidak mau menjadi beban pikiran bagi ibu-ibu rumah tangga yang harus segera disikapi secara bijak dan tepat.
    Persoalan kenaikan harga BBM ini bukanlah semata-mata bala atau malapetaka yang murni karena kehendak ALLAH SWT tetapi semua ini terjadi karena ulah manusia itu sendiri tatkala tata kelola negara diserahkan pada hukum-hukum yang dibuat berdasarkan hawa nafsu manusia. Jadi tidak benar jika masalah kenaikan BBM ini disikapi dengan sikap pasrah total tanpa koreksi dan muhasabah. Sikap pasrah yang salah kaprah ini hanya akan melanggengkan kemungkaran yang terjadi.
    Ini ada beberapa kiat agar kita tidak stres mengelola keuangan rumah tangga dalan kondisi terhimpit ekonomi seperti sekarang, ini saran dari ukhti Noor Afeefa:

Meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
    Pupuk keimanan dan keyakinan kita bahwa Allahlah yang berkehendak memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Sikap ini akan memberikan optimisme dan semangat bagi kita untuk terus berusaha menjemput rezeki dengan jalan yang halal meskipun dalam kondisi terhimpit sekalipun.

Istri membantu menambah penghasilan suami dengan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ummu wa robbatul bait

Pada kondisi nafkah suami yang benar-benar tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga, istri memang berpeluang membantu menambah pemasukan bagi keluarga. Namun demikian, bukan berarti ia boleh mencurahkan perhatiannya pada upaya mencari tambahan nafkah sehingga melalaikan tugas utamanya yakni mendidik anak-anaknya dan mengurus rumah tangga suaminya.

Tidak berlebihan dan tidak pula kikir

Mendidik kemandirian anak laki-laki yang telah baligh

Orang tua selayaknya mulai mengajari anak laki-lakinya untuk berupaya mencari nafkah sendiri secara halal. Meskipun mereka memiliki kewajiban lain yakni belajar. Kemandirian nafkah seharusnya sudah tertanam dengan baik sehingga dapat mengurangi beban kepala rumah tangga.

Mendidik seluruh anggota keluarga untuk memiliki gaya hidup sederhana.
   Bersikap jor-joran dalam membelanjakan harta dan konsumtif bisa membawa pada perbuatan yang sia-sia dan membutakan hati nurani.


Bijak mengelola belanja keluarga.
    Dengan cara menyusun skala prioritas, mendahulukan yang wajib (mis: biaya sekolah, bahan pokok) daripada yang sunnah apalagi yang mubah. Atau bahasa sederhananya kebutuhan pokok dahulu baru yang sekunder kemudian tersier. Bagaimana dengan ibu-ibu? Yuk mari curhat di sini, karena di sinilah tempatnya ibu rumah tangga curhat.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...