Beberapa hari yang lalu kedua anakku sakit panas. Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini membuat anak rentan sekali terkena penyakit. Penyakit yang sering datang pada balita adalah panas, pilek, batuk, dan diare. Pasti semua balita sering mengalami keempat penyakit tersebut.
Kebiasaan yang sering dilakukan balita saat badannya lagi tidak fit adalah menangis! Sedikit-sedikit menangis. Tinggal ke kamar mandi menangis, tinggal angkat jemuran menangis, ditinggal mencuci piring menangis. Inilah yang dialami anak saya. Maunya digendong dan menempel sama uminya. Kita sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan ank-anak kita, pasti tidak tega melihat kondisi anak yang lemes, tidak semangat, dan terus menangis . Pasti seorang ibu akan melakukan apapun agar anaknya bahagia dan sehat. Entah itu memijatkan anaknya, memeriksakan ke dokter, mendoakannya, memberi ramuan tradisional. Hal itu juga yang saya lakukan kemarin ketika kedua anak saya sedang sakit. Dan seorang ibu juga harus rela mengurangi jatah tidurnya untuk menunggu anaknya yang sakit. Saya pun demikian.
Tapi jangan salah sikap juga, meskipun anak sedang sakit pekerjaan rumah harus tetep beres Bu. Misalnya mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, menyapu. Jangan hanya karena anak sakit, terus kita melalaikan tugas kerumahtanggaan. Meskipun kita tidak bisa melakukannya, kita bisa minta tolong kepada suami untuk membantu. Misalnya cucian menumpuk, bawa saja ke laundry sekali-kali tidak apa-apa.
Kalau belum sempat memasak, membeli sayur jadi bisa jadi solusi, yang terpenting keluarga tetap ada sesuatu untuk sekedar mengganjal perut. Bagi yang terbiasa sendiri, berarti harus sedikit tega kepada anak kita yang rewel tersebut untuk melakukan aktivitas kerumahtanggaan. Dan ini juga yang kemarin saya alami.
Karena sekarang sedang musim penghujan, jadi hujan akan selalu turun tanpa kita tahu jadwalnya. Termasuk beberapa hari kemarin saat anak-anak saya sakit, tiba-tiba gerimis turun, sedangkan jemuran belum saya masukan ke dalam rumah, ditambah kondisi anak bungsu yang rewel.
Dalam kondisi yang tidak kondusif, mau tidak mau saya harus memilih jemuran terlebih dahulu karena kalau saya tetap membiarkan jemuran kehujanan otomatis membuat semua baju basah dan harus menunggu beberapa hari lagi untuk kering karena sinar matahari jarang muncul ketika musim penghujan seperti ini.
Alhasil saya terpaksa membiarkan si bungsu menangis dan dengan segera saya angkat semua jemuran, tidak sampai 10 menit sudah selesai, kemudian saya menggendongnya kembali dan meminta maaf kepada si bungsu. Kadang kita perlu sedikit tega kepada anak kita dan kita jelaskan kenapa kita berbuat seperti itu.

No comments:
Post a Comment