Musibah dan cobaan manusia di dunia ini ada 2 macam, yakni ada yang melalui campur tangan manusia dan ada yang merupakan kehendak Allah SWT.
Musibah yang disebabkan ulah tangan manusia inilah yang seharusnya kita perbaiki dan segera diatasi, tidak hanya sebatas direnungi tanpa arti. Misalnya: kenaikan harga BBM, meskipun sepele tapi dampak yang ditimbulkan cukup rumit. Dampak dari kenaikan BBM misalnya meningkatkan kemiskinan, banyaknya pengangguran karena UKM pada gulung tikar disebabkan tidak terbelinya produk mereka karena naiknya harga, dan lain sebagainya. Musibah yang seperti ini seharusnya bisa dicegah dan segera diatasi oleh manusia, tidak cukup hanya dengan sabar yang pasif dan berdoa saja, tapi harus ada action dari manusia itu sendiri untuk mau mengubah keadaan.
Sabar bukan berarti hanya diam dan tidak melakukan apapun, sabar yang sesungguhnya adalah menerima dan ridha terhadap qadha' sekaligus diiringi dengan sikap aktif untuk mengubah keadaan dan keluar dari musibah tersebut.
Berbeda dengan musibah yang murni diberikan Allah SWT contohnya gempa, gunung meletus dan tsunami, mau tidak mau manusia harus menerimanya dengan ikhlas atas musibah tersebut. Ya mau bagaimana lagi musibah seperti gempa itu kan tidak ada yang memanggil, cuma bisa dideteksi dan tidak bisa dihindari oleh manusia.
Jadi ketika kita sedang terkena musibah, bersabarlah dengan sebenar-benar sabar yakni ada ikhtiar untuk keluar dari musibah tersebut. Anggap saja sebagai ujian naik kelas menjadi orang yang lebih baik lagi.

No comments:
Post a Comment