Inilah kiat hadapi kemarahan anak:
1. Jangan hadapi kemarahan dengan kemarahan.
2. Temukan penyebab kemarahan dengan tepat dan cepat dan selesaikan persoalan.
3. Tetaplah tenang agar dapat bersikap tepat.
4. Berikan ketenangan dengan membelainya, memeluknya.
5. Jika masih diperlukan menyalurkan emosinya, beri kesempatan dan pilih cara yang tak berbahaya, seperti menangis, memukul bantal.
6. Penyaluran emosi tersebut harus dikatakan sebagai langkah yang terpaksa dan ingatkan bahwa menangis dan memukul bantal membuatnya lelah.
7. Sesegera mungkin setelah agak reda kemarahannya, ajaklah bicara tentang masalahnya dan bagaimana langkah yang harus ditempuh apabila terjadi lagi.
8. Disiplinkanlah orang dewasa di sekitar anak-anak untuk menampakkan emosi dengan cara sebaik-baiknya. Komunikasi verbal dan non verbal yang tepat sangat berguna untuk memberi suasana tenang. Kendali emosi yang baik pada orang di sekitarnya akan memberi contoh menahan marah.
9. Hargailah ungkapan ekspresi anak saat marah maupun tidak. Beri pujian pada saat ia tidak marah, atau ketika ia tersenyum dan bernyanyi riang.
10. Hindari bersikap negatif terhadap kemarahan anak. Yakinlah bahwa dibalik kemarahannya ada potensi kepemimpinan. Tinggal diarahkan ungkapan kemarahan yang tepat.
11. Libatkan ia dalam memecahkan masalahnya agar tumbuh kemampuan menyelesaikan masalah sejak dini.
12. Hindari hukuman selama masih banyak cara lain untuk mengatasi kemarahan anak. Hukuman yang tidak tepat waktu dan bentuknya hanya akan membuat anak kebal nasihat dan membenci sang penghukum.
13. Tidak setiap kemarahan harus diatasi, jangan terpancing apabila kemarahannya muncul karena dawdling (minta perhatian dengan cara-cara yang tidak disukai orang lain). Terpancing emosi atau menaruh perhatian saat anak dawdling hanya akan melestarikan dawdling, langkah yang tepat adalah membiarkannya hingga reda emosinya. Beri perhatian setelah kemarahannya reda.
Selamat berjuang mendidik buah hati kita, semoga menjadi generasi pemimpin dan tentunya problem solver bukan problem maker.

No comments:
Post a Comment