Tuesday, December 23, 2014

5 PENGHAMBAT KEBERHASILAN KOMUNIKASI SUAMI-ISTRI

   

     Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
     Menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah adalah dambaan setiap pasangan suami-istri. Namun, untuk menjadi keluarga yang bahagia seperti itu memang diperlukan upaya ekstra untuk meraihnya, tidak hanya upaya yang apa adanya, asalkan tidak terjadi apa-apa, tidak sesederhana itu.
  Pasangan kita hari ini dialah yang akan menemani kita berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya. Maka diperlukan berbagai upaya agar kasih sayang dan cinta kita kepada pasangan tidak luntur seiring berjalannya waktu. Salah satunya adalah dengan komunikasi yang efektif antar suami-istri. Tidak jarang biduk rumah tangga banyak yang karam hanya karena kurangnya komunikasi yang baik antara suami-istri.

Dan inilah 6 penghambat keberhasilan komunikasi antara suami-istri:
1. Suami/istri saling menyalahkan pasangan (blaming partner). Bukan menunjukkan kesalahan secara spesifik malah saling menuduh pada akhirnya masing-masing menganggap dirinya paling benar dan tak menyadari kesalahan yang telah dia lakukan.

2. Antipati terhadap kritik atau nasihat yang disampaikan pasangan. Perkataan apapun yang disampaikan pasangan akan diterima sebagai hujatan yang menyakitkan. Mereka sulit menyadari kesalahan bahkan yang terjadi malah ketersinggungan.

3. Selalu menganggap salah semua yang dilakukan ataupun yang dikatakan pasangan, padahal boleh jadi kesalahan yang dilakukan hanya satu kali.

4. Tidak mencari akar masalahnya. Ketika komunikasi harmonis tidak terjalin di antara suami-istri, sering keduanya menghindari komunikasi yang berkelanjutan. Demi mengakhiri perdebatan, tidak jarang muncul pengakuab semu "ya, saya yang salah". Pernyataan ini bukanlah pengakuan yang sebenarnya. Jauh di lubuk hati yang paling dalam dia tetap tidak menerima perlakuan pasangannya dan cenderung menyalahkan pasangannya.

5. Jangkauan pendek, tidak ke masa depan. Perbedaan karakter suami-istri sangat membutuhkan kesabaran untuk mempertemukannya. Kesalahan yang dilakukan  pasangan sekarang insyaAllah ke depan akan bisa diperbaiki dengan upaya yang sungguh-sungguh dan disertai kesabaran.

    Oleh karena itu diperlukan komunikasi yang efektif agar biduk rumah tangga menjadi harmonis dan sesuai dengan impian bersama.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...