Sunday, December 7, 2014

AKU PASTI BISA!!!


AKU PASTI BISA


    Halo ibu sukses, apa kabar hari ini? Semoga hari ini hari yang indah buat kita semua. Amin
    Sebagai istri seorang buruh pabrik, saya merasakan bagaimana bingungnya mengatur keuangan rumah tangga. Gaji berdasarkan UMK (Upah minimum Kerja) selalu tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk kabupaten Boyolali UMK nya masih rendah jika dibandingkan dengan Surakarta ataupun Kabupaten Sukoharjo. Setiap gajian, uang selalu ludes terbagi-bagi dalam pos pengeluaran terutama untuk sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga (sembako dan deterjen). Jadi untuk makan sesisanya uang tersebut setelah terbagi-bagi. Jadi tiap bulan kami selalu saja ada pos hutang.
   Melihat kondisi seperti ini, saya sebagai istri timbul niatan untuk bekerja kembali. Karena saya berpikir, pengeluaran dari bulan ke bulan akan selalu naik kalau pendapatan tidak naik terus bagaimana dapur bisa mengepul. Saya pun kembali ke kancah pendidikan alias mengajar. Ternyata kondisi bukan lebih baik tapi makin buruk. Karena ada pos pengeluaran tambahan yakni pengeluaran untuk biaya baby sister anak. Tiap bulan saya harus membayar Rp 300.000, sedangkan gaji seorang guru honorer tidak mencapai angka tersebut. Maka yang terjadi adalah besar pasak daripada tiang. Akhirnya aku pun memutuskan untuk keluar.
     Saya mencoba peruntungan lainnya yakni dengan berjualan es dan makanan anak-anak di teras rumah. Saya menjual berbagai macam es, ada es campur, es teh, es dawet, dll. Makanannya pun beragam, pokoknya yang harga 500an ditambah saya juga membuat cilok. Dari jalur ini pun saya mampu bertahan 3 bulan, karena merugi. Makanannya banyak dimakan oleh anak sendiri ditambah saya sering tutup karena anak selalu rewel.
   Saya berpikir kembali kira-kira dagang apa ya yang waktunya fleksibel dan anak nyaman sama kita? Saya mendapat saran dari teman untuk menjual susu segar keliling. Saya pun menjalani sebagai seorang pedadang susu keliling apalagi Boyolali terkenal sebagai kota susu. Dan usaha yang saya jalani ini pun hanya bertahan 1 bulan. Dikarenakan penyuplai susu sudah tidak mampu setor susu karena susunya sudah dipesan oleh perusahaan susu besar di Klaten.
    Niat saya untuk membantu suami pun akhirnya terhenti di tengah jalan. Saya mulai searching di internet untuk mencari peluang usaha apa yang kira-kira pas untuk ibu rumah tangga dengan punya 2 orang anak yang belum bisa pake sepeda motor seperti aku ini. Akhirnya saya pun mendapat jawabannya yakni menjadi publisher adsense. Publisher adsense adalah orang atau pemilik situs yang webnya sudah terdaftar atau sudah disetujui oleh pihak pengelola aplikasi periklanan untuk memasang iklan adSense di situs mereka. Dan mereka akan dibayar per click untuk tiap iklan yang diklik oleh pengunjung web tersebut.
    Hal yang memotivasi saya adalah dari seorang blogger yang bernama mb Indri Lidiawati. Beliau ternyata juga ibu rumah tangga yang mempunyai 2 orang anak. Dia mampu mencukupi kebutuhannya hanya dari hasil blogging saja. Dari sini saya menjadi tertantang untuk melakukan hal yang sama apa yang dilakukan mb Indri meskipun akan butuh waktu berbulan-bulan.
    Oleh karenanya saya mengawalinya dengan membuat blog dan menulis artikel. Langkah kedua adalah mendaftarkan blog ke google AdSense,syarat mudah diterima di Adsense adalah blog tersebut minimal mempunyai 50 artikel. Maka dari itu seminggu kedepan tugas saya adalah memperbanyak artikel sampai 50 artikel baru mendaftarkannya ke adSense. Bismillah..Aku Pasti Bisa!!!




No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...