Entrepreneurship (jiwa kewirausahaan) merupakan kemampuan untuk menginternalisasikan kemampuan wirausaha dan menangkap peluang usaha.
Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, disiplin, dan tak mudah menyerah, seperti layaknya seorang wirausaha ketika memulai usahanya dari bawah. Dan jiwa seperti ini sangat baik jika ditanamkan pada anak sejak dini.
Ketika anak memiliki jiwa entrepreneur, akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang.
Inilah 7 tips menumbuhkan jiwa entrepeneur pada anak:
1. Keteladanan orang tua
Jiwa kewirausahawan memerlukan contoh nyata dan contoh terbaik itu dari orang tua. Sewaktu saya nyambi datang, anak sulung saya sering saya mengajari bagaimana melayani pembeli, bagaimana menghitung uang, mengajari ikhlas terhadap hasil yang diperoleh.
Anak saya senang kalau disuruh menemani uminya berdagang. Sampai sekarang pun anak saya malah menyuruh uminya ini untuk berdagang. Kenalkan jiwa entrepreneur dalam lingkungan keluarga dan orang tua bisa menjadi teladan buat anak. Jika di rumah punya usaha, libatkan anak, tentunya sebatas yang bisa dijangkau oleh mereka.
2. Latihan di sekolah.
'Business Day' atau 'Market Day' merupakan salah satu cara bagaimana melatih jiwa entrepreneur di sekolah. Atau kalau ibu mau, bawakanlah makanan 500an untuk dibawa di sekolah dan minta anak untuk menjualkannya, rugi tidak mengapa Bu, ini dalam rangka melatih mental anak untuk tidak malu mencari rizki yang halal.
3. Melalui cerita.
Menceritakan kisah hidup akan merangsang anak untuk meniru atau meneladaninya. Abdurahman bin Auf adalah sosok entrepreneur sukses.
4. Memadukan usaha dengan hobi
Cobalah perhatikan kegemaran anak. Jika dia senang membaca, misalnya, tanyakan berapa banyak koleksi bukunya. Kalau cukup banyak, berilah saran agar ia menyewakan buku koleksinya kepada teman-temannya. Pujilah hasil karya anak, agar kepercayaan dirinya semakin menguat. Dan bimbinglah untuk menekuni usaha barunya itu.
5. Mengajak anak melihat tempat usaha
Tak perlu mengajak menjadi pengusaha terlebih dahulu untuk mengenalkan anak pada dunia usaha. Ajak anak melihat berjalannya suatu usaha ke teman Ibu yang punya usaha kecil cara ini juga cukup ampuh untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurnya.
6. Melalui permainan.
Carilah permainan yang anak tak sekedar bermain, namun juga menyusun strategi bisnis dan berinvestasi.
7. Magang.
Selain memperkenalkan anak pada kondisi usaha riil, dengan magang anak bisa melihat langsung praktik dari teori-teori yang ia peroleh.
Banyak jalan menuju kota Roma namun hanya ada satu jalan ke Surga yakni taat kepada perintah Allah SWT. Jangan lupa untuk memahamkan kepada anak untuk selalu memakai jalan yang halal dalam berwirausaha, tidak dengan jalan kemaksiatan misalnya menipu pembeli. Dengan menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak, diharapkan sebesar apapun krisis yang dia hadapi nantinya, akan dapat disikapi dengan tenang. Wallahu'alam bi ash showab.
Inilah 7 tips menumbuhkan jiwa entrepeneur pada anak:
1. Keteladanan orang tua
Jiwa kewirausahawan memerlukan contoh nyata dan contoh terbaik itu dari orang tua. Sewaktu saya nyambi datang, anak sulung saya sering saya mengajari bagaimana melayani pembeli, bagaimana menghitung uang, mengajari ikhlas terhadap hasil yang diperoleh.
Anak saya senang kalau disuruh menemani uminya berdagang. Sampai sekarang pun anak saya malah menyuruh uminya ini untuk berdagang. Kenalkan jiwa entrepreneur dalam lingkungan keluarga dan orang tua bisa menjadi teladan buat anak. Jika di rumah punya usaha, libatkan anak, tentunya sebatas yang bisa dijangkau oleh mereka.
2. Latihan di sekolah.
'Business Day' atau 'Market Day' merupakan salah satu cara bagaimana melatih jiwa entrepreneur di sekolah. Atau kalau ibu mau, bawakanlah makanan 500an untuk dibawa di sekolah dan minta anak untuk menjualkannya, rugi tidak mengapa Bu, ini dalam rangka melatih mental anak untuk tidak malu mencari rizki yang halal.
3. Melalui cerita.
Menceritakan kisah hidup akan merangsang anak untuk meniru atau meneladaninya. Abdurahman bin Auf adalah sosok entrepreneur sukses.
4. Memadukan usaha dengan hobi
Cobalah perhatikan kegemaran anak. Jika dia senang membaca, misalnya, tanyakan berapa banyak koleksi bukunya. Kalau cukup banyak, berilah saran agar ia menyewakan buku koleksinya kepada teman-temannya. Pujilah hasil karya anak, agar kepercayaan dirinya semakin menguat. Dan bimbinglah untuk menekuni usaha barunya itu.
5. Mengajak anak melihat tempat usaha
Tak perlu mengajak menjadi pengusaha terlebih dahulu untuk mengenalkan anak pada dunia usaha. Ajak anak melihat berjalannya suatu usaha ke teman Ibu yang punya usaha kecil cara ini juga cukup ampuh untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurnya.
6. Melalui permainan.
Carilah permainan yang anak tak sekedar bermain, namun juga menyusun strategi bisnis dan berinvestasi.
7. Magang.
Selain memperkenalkan anak pada kondisi usaha riil, dengan magang anak bisa melihat langsung praktik dari teori-teori yang ia peroleh.
Banyak jalan menuju kota Roma namun hanya ada satu jalan ke Surga yakni taat kepada perintah Allah SWT. Jangan lupa untuk memahamkan kepada anak untuk selalu memakai jalan yang halal dalam berwirausaha, tidak dengan jalan kemaksiatan misalnya menipu pembeli. Dengan menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak, diharapkan sebesar apapun krisis yang dia hadapi nantinya, akan dapat disikapi dengan tenang. Wallahu'alam bi ash showab.

No comments:
Post a Comment