Kali ini curhat saya tentang Aris Idol yang mendadak mengamen setelah dia menjuarai ajang pencarian bakat Indonesian Idol di tahun 2008. Kehidupannya beberapa kali di ekspos oleh media infotainment dan terakhir menjadi bintang tamu di acara 'Hitam Putih'. Hal ini saya bahas, sebagai bahan pertimbangan buat kita sebagai ibu rumah tangga bagaimanakah menjalani kehidupan ini seharusnya. Janganlah selalu menyalahkan takdir hidup.
Sebagian besar kaum Muslim mempunyai kesalahpahaman tentang takdir. Ketika Aris berhasil menjadi juara 1, masyarakat menyatakan hal itu sebagai hasil dari kerja kerasnya. Dan ketika Aris idol mendadak miskin dan kembali mengamen di jalanan, maka sebagian masyarakat menganggapnya sebagai takdir yang harus dia jalani. Pernyataan tadi seolah-olah benar padahal hal itu tidak ada dasarnya dalam khazanah ilmu Islam. Adapula sebagian kaum Muslim berpendapat bahwa semua yang dilakukan oleh manusia sudah ditentukan dan ditakdirkan oleh Allah SWT, mereka juga meyakini bahwa ketika mereka shalat, berpuasa, berzakat, ber-Islam, dan ketika mereka melakukan ibadah-ibadah lainnya maka perbuatan ini, sejatinya Allah-lah yang berkehendak untuk menakdirkan-Nya.
Sama seperti ketika mereka bekerja, mendapatkan rezeki dan mencari jodoh, itu pun sudah ditakdirkan oleh Allah. Oleh karena itu, dengan pemahaman seperti ini, akhirnya mereka menjelma menjadi seorang Muslim yang melupakan kaidah sebab untuk mencapai akibat. Mereka tidak maksimal atau malas bekerja karena meyakini bahwa rezeki sudah ditentukan baginya, inilah kesalahpahaman kaum Muslim mengenai takdir.
Seharusnya dalam membahas takdir seorang Muslim tidak boleh mencampuradukkan antara aktivitas Allah SWT dan aktivitas manusia. Kebanyakan pembahasan yang keliru berawal ketika seorang Muslim mencampuradukkan aktivitas Allah yang Maha Tahu dan aktivitas manusia yang serba terbatas. Aktivitas yang dilakukan oleh Allah SWT adalah bersifat ghaib dan hanya Allah lah yang mengetahui, manusia tiak mampu menjangkau apa yang dilakukan oleh Allah SWT.
Seharusnya yang kita bahas adalah tentang aktivitas manusia yakni apakah manusia itu dipaksa untuk melakukan (meninggalkan) suatu perbuatan (baik atau buruk) ataukah manusia diberi kebebasan untuk memilih.
Apabila kita mengamati perbuatan kita sebagai manusia, maka jelas aktivitas manusia dibagi menjadi 2 yakni:
1. Peristiwa (aktivitas) yang bisa dikendalikan atau ada pilihan.
Nah, di ranah inilah manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam setiap pilihan kita.
2. Peristiwa (aktivitas) yang tidak bisa dikendalikan manusia.
Maka di wilayah ini manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, dan tugas manusia menerimanya dengan ikhlas. Misalnya mengenai warna kulit kita, otimatis kita tidak bisa memilih dilahirkan dengan kulit hitam ataukah kulit putih. Di akhirat nanti Allah tidak akan menanyakan kenapa kulit kita hitam ataukah putih.
Mengenai Aris idol yang mendadak jadi pengamen lagi di jalanan, silahkan beri penilaian takdir ataukah pilihan hidupnya?
Sama seperti ketika mereka bekerja, mendapatkan rezeki dan mencari jodoh, itu pun sudah ditakdirkan oleh Allah. Oleh karena itu, dengan pemahaman seperti ini, akhirnya mereka menjelma menjadi seorang Muslim yang melupakan kaidah sebab untuk mencapai akibat. Mereka tidak maksimal atau malas bekerja karena meyakini bahwa rezeki sudah ditentukan baginya, inilah kesalahpahaman kaum Muslim mengenai takdir.
Seharusnya dalam membahas takdir seorang Muslim tidak boleh mencampuradukkan antara aktivitas Allah SWT dan aktivitas manusia. Kebanyakan pembahasan yang keliru berawal ketika seorang Muslim mencampuradukkan aktivitas Allah yang Maha Tahu dan aktivitas manusia yang serba terbatas. Aktivitas yang dilakukan oleh Allah SWT adalah bersifat ghaib dan hanya Allah lah yang mengetahui, manusia tiak mampu menjangkau apa yang dilakukan oleh Allah SWT.
Seharusnya yang kita bahas adalah tentang aktivitas manusia yakni apakah manusia itu dipaksa untuk melakukan (meninggalkan) suatu perbuatan (baik atau buruk) ataukah manusia diberi kebebasan untuk memilih.
Apabila kita mengamati perbuatan kita sebagai manusia, maka jelas aktivitas manusia dibagi menjadi 2 yakni:
1. Peristiwa (aktivitas) yang bisa dikendalikan atau ada pilihan.
Nah, di ranah inilah manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam setiap pilihan kita.
2. Peristiwa (aktivitas) yang tidak bisa dikendalikan manusia.
Maka di wilayah ini manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, dan tugas manusia menerimanya dengan ikhlas. Misalnya mengenai warna kulit kita, otimatis kita tidak bisa memilih dilahirkan dengan kulit hitam ataukah kulit putih. Di akhirat nanti Allah tidak akan menanyakan kenapa kulit kita hitam ataukah putih.
Mengenai Aris idol yang mendadak jadi pengamen lagi di jalanan, silahkan beri penilaian takdir ataukah pilihan hidupnya?

No comments:
Post a Comment