Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak mampu hidup sendiri di dunia ini, dia membutuhkan orang lain untuk membantu memenuhi keperluan hidupnya. Oleh karena itu perlu adanya komunikasi antar manusia, dan karenanya manusia itu bergaul. Termasuk ibu rumah tangga, profesi yg tidak mungkin bisa hidup sendiri. Misalnya sedang memasak ternyata garam dapur habis dan lupa beli, tukang sayur sudah keburu pergi, warung belum buka, anak mau berangkat sekolah, ya mau tidak mau minta tetangga sebelah.
Fenomena lain lagi, ketika sedang menyuapi anak, seorang ibu pasti berpikir kreatif agar anak makan dengan lahap, entah itu dari menu makannya maupun cara merayu untuk makannya, nah anak-anak paling suka kalau makan itu rame-rame, biasanya para ibu pas jadwal menyuapi anaknya sambil main ke rumah tetangga atau istilah jawanya nonggo, agar si anak lahap makannya. Karena saya sendiri mengalami hal ini.
Di zaman sekarang, rasa tolong menolong atau peduli terhadap masyarakat sudah semakin mahal. Masyarakat sekarang sudah terjangkit sikap cuek bebek terhadap sesamanya. Hal ini salah satu penyebabnya adalah pengaruh dari idiologi kapitalisme, yg landasan berpikirnya adalah segala sesuatu diukur secara materi termasuk bergaul dalam masyarakat pun begitu. Ketika kita meminta bantuan kepada tetangga, kayaknya tidak cukup hanya ucapan terima kasih saja tetapi biasanya selain ucapan rasa terima kasih pasti dibarengi dengan amplop.
Di tengah-tengah masyarakat, setidaknya ada 3 tipe manusia. Pertama: orang yang bergaul dengan baik di masyarakat dan sabar menghadapi keburukan mereka sehingga dia cenderung disukai oleh masyarakat. Kedua: orang yang buruk pergaulannya di masyarakat sehingga cenderung tidak disukai oleh mereka. Ketiga: orang yg enggan bergaul dengan masyarakat, baik karena niat baik (misal:menghindari ragam keburukan yg muncul di masyarakat), karena tak sabar menghadapi keburukan masyarakat ataupun sekadar karena malas saja.
Terkait dengan itu,ibn Umar ra menuturkan bahwa nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang muslim yg bergaul dg baik di tengah masyarakat serta bersabar atas keburukan mereka adalah lebih baik daripada orang yg tidak bergaul dengan mereka dan tidak sabar dengan keburukan mereka." (HR. AT Tirmidzi).
Tentang pentingnya bergaul secara baik dengan masyarakat, Sayyid al Musayyab ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Puncak akal setelah keimanan kepada Allah SWT adalah bergaul dengan baik di masyarakat. Seseorang tidak akan pernah merugi selama dia sering bermusyawarah dengan orang lain. Pelaku kebaikan di dunia adalah pemilik kebaikan di akhirat."(HR. Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf dan al Baihaqi dalam Syu'ab al Iman). Bahkan bergaul baik dengan masyarakat dipandang sebagai sedekah. Jabir bin Abdillah ra menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Bergaul baik dengan masyarakat adalah sedekah."(HR.Ath Thabrani).
Salah satu pergaulan yang baik di tengah masyarakat adalah dengan selalu menunjukkan sikap dan santun dan lembut. Siapakah orang yang santun dan lembut? Kata Amr bin al-Ash ra, "Orang yg santun (lembut) bukanlah orang yg santun (lembut) kepada dirinya. Akan tetapi orang yg santun (lembut) adalah orang yg santun (lembut) baik terhadap orang yg santun (lembut) kepada dirinya ataupun yg bersikap kasar terhadap dirinya."(HR. Ibn Abi Syaibah).
Islam mencela sikap buruk atau kasar hingga membuat orang lain tidak suka. Rasul SAW bersabda kepada Aisyah ra, "Wahai Aisyah, sesungguhnya orang yg paling buruk kedudukannya di sisi Allah SWT pada hari kiamat kelak adalah orang yg cenderung dijauhi atau ditinggalkan oleh manusia karena mereka khawatir terhadap keburukannya."(HR.Ahmad dan Al Baihaqi).
Mari kita bersikap santun dan lembut kepada orang-orang sekitar kita bukan karena ada imbalannya tapi karena memang itu disunnahkan oleh Rasul Saw. Wallahu'alam.

No comments:
Post a Comment