"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyanyang."(TQS. An Nisa: 97-100)
Alhamdulillah kita telah berada di tahun yang baru di penanggalan hijriyah yakni tahun 1436 H. Maka dengan bergantinya tahun, secara otomatis berganti pula lembaran hidup kita dari lembar 1 ke lembar 2. Dan resolusi di tahun yang baru pun segera kita tuliskan, dengan tujuan di tahun ini lebih baik dari tahun kemaren. Namun tidak serta merta juga kita menutup lembaran demi lembaran di tahun kemaren, justru tahun kemaren kita jadikan sebagai bahan instropeksi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tak lupa bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat dan juga nikmat kesempatan yang masih diberikan kita, sehingga sampai detik ini kita masih bisa bernafas. Bagaimanakah aplikasi dari wujud syukur kita atas nikmat tersebut? yakni bertaubat atas maksiat yang telah kita lakukan di tahun lalu dan tidak akan mengulangi lagi di tahun ini.
Makna hijrah menurut Ibn Rajab al-Hanbali, hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai, dan mendapatkan kebaikan. Kebaikan dan keburukan telah ditunjukkan oleh Allah dalam al Qur'an dan as Sunnah.
Kita sekarang berada di bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Maka ada beberapa keutamaan yg dipunyai oleh bulan Muharram yakni:
Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36).
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati: 3 bulan berturut-turut; Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, yang terdapat di antara bulan jamada tsaniah dan Sya'ban."(HR.Bukhori dan Muslim).
Di bulan ini, Rasulullah menyunnnahkan kita untuk berpuasa.
Sebagaimana sabda beliau SAW: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."(HR. Muslim).
Di bulan Muharram ini ada hari yang dikenal dengan
istilah Yaumul ‘Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh. Asyuro
berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah
saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan
kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa
Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut,
diantaranya :
Ibnu Abbas ra berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. bersabda : “Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“
Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.
Bagaimana berpuasa di bulan Asyuro :
Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11).
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits.
Dari sedikit keterangan di atas maka menurut penanggalan masehi, jika tanggal 1 Muharram tgl 25 Oktober 2014 maka tgl 9 Muharram jatuh pada tgl 2 November 2014. Dicatet ya di buku agenda dan jangan lupa berpuasa.
Mari hijrahkan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi umat.

No comments:
Post a Comment