Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Sholat adalah cara beribadah kaum muslim. Cara seorang hamba menyembah dan meminta kepada Tuhannya. Sholat menurut definisi syar'i adalah suatu perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam yang dengannya kita beribadah kepada Allah SWT sesuai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh hukum syara. Shalat yg wajib dilakukan ada 5 waktu dalam 1 hari. Saya yakin seluruh kaum muslim sudah mafhum tentang perintah sholat ini. Nah di sini yang akan saya bahas adalah kesalahan kaum muslimin dalam memahami sholat itu sendiri.
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya, dan dengan sesamanya. Dalam hubungan manusia dengan Allah, Islam mengaturnya lewat masalah akidah dan ibadah. Dan sholat adalah salah satu bentuk ibadah yang sudah ditetapkan Allah kepada kaum muslim untuk mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT.
Di dalam masalah ibadah seorang muslim dilarang mencari-cari illat. Apa itu illat? illat adalah sebab adanya hukum. Banyak sekali kita temukan buku-buku yang membahas illat di dalam masalah ibadah. Contohnya apa? Ada buku yang berjudul "keajaiban sholat shubuh", atau "dahsyatnya sholat dhuha" dan masih banyak buku-buku sejenis yang beredar di pasaran. Saya tahu maksud dibuatnya buku-buku tersebut adalah semata-mata mengajak kaum muslimin agar lebih khusyuk dan lebih rajin untuk sholat.
Hal yang menjadi persoalan adalah ketika seorang muslim itu melakukan sholat, bukan karena dorongan ruhiyahnya tetapi dorongan adanya illat dalam sholat. Contoh yang sudah biasa terjadi di kalangan kaum muslimin yaitu masalah shaum/puasa, banyak kaum muslim yang mau melakukan puasa dikarenakan dorongan manfaat kesehatan, mereka mengira illat dari puasa adalah kesehatan.
Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi merusak aqidah kaum muslimin. Kenapa? sebab, apabila ada usaha untuk mencari-cari illat dalam masalah ibadah tentu implikasinya adalah apabila hilang illatnya, hukumnya pun akan hilang, sebab "illat itu mengikuti ma'lulnya (yg di illati), ada atau tidaknya". Seandainya illat wudlu itu kebersihan, illat shalat adalah olahraga, illat shaum itu kesehatan, tentu hal ini akan mengakibatkan bahwa di saat tidak didapati illatnya maka tidak akan didapati hukumnya.
Contoh sederhana, jika seorang muslim berkeyakinan bahwa illat shaum itu kesehatan, ketika dia melaksanakan shaum Ramadhan ternyata malah membuat badannya sakit, maka dia pun akan enggan melaksanakan ibadah shaum karena ia tidak menemukan illat kesehatan di dalam shaum. Seharusnya hukum-hukum yang terkait masalah ibadah wajib diterima sebagaimana adanya tanpa mencari-cari illat. Shalat semata-mata untuk menyembah Allah SWT bukan karena adanya illat olahraga.
Memang saat ini sudah menjadi kebiasaan banyak orang mencari-cari illat terhadap seluruh hukum berdasarkan keuntungan, karena hal ini terpengaruh oleh cara berpikir barat dan kebudayaannya yang menjadikan manfaat semata-mata sebagai dasar seluruh perbuatannya. Sampai-sampai masalah ibadah juga dicari manfaatnya, jika tidak ada manfaat di dalam ibadah maka mereka tidak melakukannya dan virus ini mulai menyerang kaum muslimin. Hal ini sangat bertentangan dengan kepemimpinan berpikir Islam, yang menjadikan ruh sebagai asas seluruh perbuatan. Sedangkan penyatuan materi dan ruh sebagai pengendali bagi seluruh perbuatan.
Mari kita perbaiki sholat kita dan luruskan niat. Kita sholat semata-mata karena untuk menjalankan perintah Allah SWT bukan karena ada manfaat dari sholat.

No comments:
Post a Comment