Monday, October 20, 2014

MENIKAH

MENIKAH
    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
   Menikah sejatinya adalah sebagai salah satu bentuk penyaluran cinta yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Di dalam diri manusia sejak diciptakannya, Allah SWT telah memberikan anugerah berupa gharizah (naluri) yakni gharizah na'u. Apa itu gharizah na'u?. Gharizah na'u adalah naluri untuk melestarikan jenis berupa dorongan syahwat kepada lawan jenis. Jadi memang ketertarikan antara laki-laki dengan perempuan adalah given dari Allah SWT.
  Saya jadi heran, mengapa ada laki-laki yg tidak tertarik dengan perempuan?. Yang namanya naluri (karena hal itu diberikan bersamaan dg penciptaan) itu tidak dapat dihilangkan di dalam diri manusia, dan naluri ini butuh penyaluran yg benar dan harus sesuai dg fitrahnya manusia. Mengapa? karena jika penyaluran naluri tersebut salah dan tidak sesuai dengan fitrah manusia, hal ini akan mengakibatkan kegelisahan yang hebat dalam diri manusia dan merusak eksistensi manusia di dunia ini. Allah SWT sebagai pencipta manusia sudah memberikan solusinya yakni dengan menikah.
    Bagaimanakah pernikahan yang sesuai dengan fitrah manusia? yaitu pernikahan yang sesuai dengan apa yg diperintahkan Pencipta manusia, karena sejatinya yang mengetahui seluk beluk manusia itu sendiri adalah Penciptanya yakni Allah SWT. Bagaimana kita bisa mengetahui itu sesuai dengan perintah Allah atau tidak? Yakni melalui buku petunjuk yang diberikan Allah SWT untuk manusia, yakni al Qur'an dan melalui sunahnya Rasul SAW.
    Sungguh miris, pada saat ini kita menyaksikan sebagian besar kaum muslimin yg menjadikan pedoman hidup mereka dalam mencari pasangan hidup atau ketika mengatur rumah tangga, tidak lagi merujuk pada Islam (Al Qur'an dan As Sunah). Mereka justru memilih berdasarkan kepada ide-ide kebebasan individu yg dilahirkan dari konsep demokrasi sekuler, kesetaraan gender yang jauh melenceng dari ajaran Islam yg lurus. Bahkan ada di antara mereka yang mengambil adat istiadat dan tradisi masyarakat jahiliyah yang rusak seperti sekarang ini, padahal bukankah pada saat yang sama di hadapan mereka telah ada orang-orang yang membacakan ayat-ayat Allah SWT serta hadist-hadist Rasulullah SAW yg mulia, yg dapat menjadi pedoman dan penuntun untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat?. Suami dan istri sejatinya pasangan hidup yang tengah berupaya menggapai kehidupan dunia dan akhirat seperti yang difirmankan Allah SWT dalam QS. Al insyiqaq:9. 
    Suami dan istri juga tempat saling berbagi rasa, dalam mencurahkan segenap kepenatan persoalan, setelah menghadapi berbagai tantangan hidup manakala  mencari karunia rizqi di muka bumi. Kalau tidak berpedoman kepada Islam, bagaimana rumah tangga nantinya akan dibangun tanpa pondasi Islam yg benar dan kuat, hancurlah pastinya. Fakta sudah di depan mata, bagaimana rumah tangga para selebritis muslim yang sangat dekat  dengan fenomena kawin-cerai.
     Mari kita perbaiki pondasi pernikahan kita dengan Islam.  InyaAllah jika kita menjalankan sesuai dg perintah Allah, pernikahan kita akan awet dan diridhoi Allah, dunia dan akhirat. Amin

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...