Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
(Lagi) artis dadakan yang muncul dari media sosial yakni Hodijah nama bekennya Dijah Yellow. Dijah sapaan akrabnya, terkenal lewat instagram karena seringnya mengunggah video amatir dirinya yang unik. Bahkan followersnya di instagram sudah mencapai 20ribuan. Yang menjadi pertanyaan adalah apanya yang menarik dari dia? dan apanya yang perlu diikuti? Ada 3 hal yang dibenci dari Dijah Yellow yakni NO Dangdut, NO Raisa, NO Ayu Ting-Ting, NO Agnes Mo.
Dijah memang memposting apa-apa yang ada di akun instagramnya apa adanya, dia tidak merekayasa apapun. Itulah kelebihan dari Dijah. Sekarang banyak orang yang eksis di media sosial merekayasa apa yang ada pada diri mereka. Apa yang di akun mereka buat sesempurna mungkin dan seolah-olah merekalah orang yang paling sempurna sehingga membuat iri orang yg melihat akun mereka. Di sini saya tidak akan membahas tentang Dijah ataupun tentang ganasnya sosial media, tetapi tentang benci dan cinta terhadap sesuatu. Benci dan cinta merupakan fitrah kita sebagai manusia dan itu merupakan penampakan dari gharizah (naluri) baqa'.
Gharizah baqa adalah fitrah dari Allah SWT bersamaan dengan penciptaan makhlukNya jadi tidak hanya manusia saja yang mempunyai rasa cinta dan benci tapi hewan juga punya rasa itu. Benci dan cinta ini ketika tidak disalurkan dengan baik maka akan mengakibatkan pertengkaran antar manusia. Banyak sekali kejadian pertengkaran yang ada di sekitar kita dikarenakan adanya rasa benci dan cinta yang tidak semestinya. Misalnya saja ada suami bunuh istri karena istrinya yang sering mengomel atau ada pelajar yang tega membunuh temannya hanya gara-gara dia tidak menyukainya. Seperti Dijah tak punya alasan logis kenapa dia membenci ketiga orang selebritis tersebut. Maka dari itu perlu adanya aturan atau adab dalam menyalurkan rasa benci dan cinta, sehingga akan menimbulkan kedamaian jika hal tersebut sesuai dengan fitrahnya manusia. Islam sebagai dien yang sempurna mampu menjawab permasalahan ini.
Agar menimbulkan efek positif maka rasa cinta dan benci ini harus disesuaikan dengan kehendak sang Pencipta karena Pencipta manusialah yang tahu bagaimana manusia itu sendiri. Islam mengarahkan rasa cinta dan benci hanya ditujukan karena Allah SWT. Cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah karena keimanannya kepada Allah dan ketaatan kepadaNya. Benci karena Allah adalah membenci hamba Allah disebabkan kekufuran dan perbuatan maksiatnya.
Mencintai orang-orang yang beriman yang senantiasa taat kepada Allah sangat besar pahalanya. Dalil-dalilnya adalah:
- Hadist Abu Hurairah riwayat Muslim, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah akan berfirman,"Di mana orang-orang yg saling mencintai karena keagungan-KU? Pada hari ini Aku memberikan naungan kepadanya dalam naungan-KU disaat tidak ada naungan kecuali naungan-KU
- Hadist dari Anas bin Malik yg dikeluarkan oleh al-Bukhori. Rasulullah SAW bersabda: Siapapun tidak akan merasakan iman, hingga ia mencintai seseorang tidak karena yang lain kecuali karena Allah semata.
- Hadist dari Abu Hurairah yg dikeluarkan oleh Muslim berkata, Rasulullah SAW bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Tidakkah (kalian suka) aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.
Adapun benci karena Allah, maka Allah SWT telah melarang kaum Muslim telah melarang kaum Muslim mencintai orang-orang kafir, munafik, dan fasik yang terang-terangan melakukan maksiat. Hal ini berdasarkan firman Allah:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yg kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-KU dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yg kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya di telah tersesat dari jalan yang lurus."(TQS. Mumtahanah: 1).
Inilah secuil rasa yang bisa saya bagikan. Jadi dengan begini seorang Muslim tahu apa yang seharusnya dia cintai dan apa yang seharusnya dia benci. Mari kita perbaiki rasa benci dan cinta kita hanya karena Allah SWT.

No comments:
Post a Comment