Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Semalam membaca sebuah tabloid Islam di rubrik nisa ada artikel menarik tentang 'bagaimana jika seorang ibu memutuskan untuk bekerja', bagaimana menyiasati hal tersebut?. Fakta tak terbantahkan saat ini dan sampai kapanpun, akan selalu ada ibu-ibu yg memutuskan bekerja baik sebagai karyawan, pegawai negeri maupun berbisnis dengan bermacam-macam alasan yg melatarbelakangi hal itu. Ada yg ingin menambah penghasilan keluarga, menyalurkan hobi sekaligus dijadikan profesilah, memanfaatkan waktu luanglah, bosan di rumah lah atau ingin mengaplikasikan ilmunya.
Jenis pekerjaannya pun bermacam-macam. Ada yg berkaitan dg dunia perempuan yg penuh dg ketelatenan, kelembutan, dan ketelitian misalnya menjadi guru, perawat, dokter, sekretaris, psikolog, penjahit, dll. Ada juga yg tergolong dalam sektor "keras" yg biasanya dilakukan laki-laki misalnya dalam bidang politik, militer, pertambangan, transportasi, dll. Waktu bekerjanya ada yg full day, ada yg freelance, dan ada pula yg bekerja di rumah.
Terlepas dari apapun motifnya, bekerja bagi kaum ibu selalu membawa dilema: antara karier dan rumah tangga; urusan rumah vs urusan kantor; kepentingan bos vs kepentingan anak-anak dan suami. Karena itu jika ibu memang (harus) bekerja, ada baiknya memperhitungkan hal-hal berikut ini:
Terlepas dari apapun motifnya, bekerja bagi kaum ibu selalu membawa dilema: antara karier dan rumah tangga; urusan rumah vs urusan kantor; kepentingan bos vs kepentingan anak-anak dan suami. Karena itu jika ibu memang (harus) bekerja, ada baiknya memperhitungkan hal-hal berikut ini:
1. Hitungan waktu.
Berapa banyak waktu yg tercurah untuk pekerjaan? apakah lebih dominan dibanding waktu untuk mengurus rumah tangga, suami, dan anak-anak? Jika seperti ini, cobalah siasati dg mencari tempat kerja yg dekat dg tempat tinggal atau sebaliknya, pindah rumah ke lokasi dekat dg tempat kerja. Sehingga sewaktu-waktu bisa pulang dan tidak menghabiskan waktu untuk perjalanan. Atau alternatif lain adalah pindah kerja dan cari yg tidak full day misalnya menjadi freelancer. Intinya adalah atur waktu agar tetap banyak waktu untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak dibandingkan dengan pekerjaan.
2. Hitungan Materi
Tanyakan dengan jujur, sebenarnya apa motif ibu bekerja? apakah benar-benar karena terjepit masalah ekonomi?apakah benar-benar untuk kebutuhan hidup yg mendesak? Atau sekedar untuk memenuhi keinginan dan hasrat belanja?
3. Hitungan non Materi
Cobalah menganalisa dampaknya, apakah suami dan anak-anak tidak akan bermasalah jika ibu bekerja? misalnya gara-gara ibu bekerja full day, anak-anak mengalami keterlambatan pertumbuhan disebabkan kurangnya rangsangan dari pengasuh yg memang minim latar belakang pendidikannya. Akibatnya dia tidak tumbuh menjadi anak yg cerdas sesuai usianya.
4. Hitungan Pahala
Mengurus rumah tangga dan anak-anak sangat mulia dan besar pahalanya. Bandingkan dg profesi yg ibu tekuni, apakah juga berpotensi mendulang pahala? Apakah pekerjaan yg kita lakukan membawa maslahat untuk umat? membawa berkah untuk orang lain? Memang bekerja pastinya karena dorongan materi tetapi pekerjaan yg bermanfaat bagi orang lain pasti dicatat sebagai amal kebaikan bukan?oleh karena itu jangan pilih pekerjaan yg sekedar penghasil uang saja dan tidak memiliki kemanfaatan bagi orang lain kecuali bagi bos atau owner perusahaan tsb. Tentunya akan merugi dua kali: rugi waktu karena memfosir diri di dunia kerja, juga rugi akhirat karena profesi yg digeluti tdk berdampak pahala. Lakoni pekerjaan yg sekaligus bisa menjadi pintu untuk mendulang pahala.
5. Hitungan Syara.
Bekerja bukanlah kewajiban bagi seorang istri. Kewajiban istri adalah ummu wa rabbatul bait. Bekerja adalah tanggung jawab suami karenanya kalaupun memutuskan bekerja tidak boleh melalaikan kewajiban pokok ini. Disamping itu perlu dicermati, apakah pekerjaan yg dipilih berpotensi melanggar aturannya Allah SWT atau justru mendukung kita untuk mendekatkan diri pada Allah SWT?
Diambil dari Media Umat edisi 135

No comments:
Post a Comment