Thursday, November 13, 2014

TIPS MENYIASATI TAYANGAN TELEVISI BAGI ANAK

     Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua.

      Film kartun? anak-anak mana yang tidak suka dengan film kartun, selain gambarnya menarik, alur cerintanya pun lucu sehingga anak-anak terkadang tidak mau terlewat sedetik pun. Seperti anakku Rosyid (4,5 th) yang suka nonton upin ipin dan marsha and the bear. MasyaAllah kalau dah jadwal kartun tersebut, udah deh nongkrong depan tv dan gak mau ngapa-ngapain, cuma melototin tuh tv mpe filmnya selesai. Hadeuh.

   Meskipun anak-anak kita sangat menyukai serial kartun tersebut , kita sebagai orang tua juga tidak boleh membiarkan anak menontonnya sendiri, tetap perlu pendampingan orang tua, karena anak-anak akalnya masih belum sempurna jadi mereka tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

     Selain itu, tidak semua film kartun layak dijadikan tontonan bagi anak-anak.  Baru-baru ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 5 judul serial kartun yang tidak layak tonton bahkan dilarang untuk disiarkan. Apa saja itu? 

     Bima Sakti atau Chhota Bheem, serial kartun India yang tayang sejak 2008 sebanyak 6 season dan punya lebih dari 150 episode. Karakter utamanya adalah Bima Sakti (bernama asli Chhota Bheem), seorang anak yang tinggal di sebuah pedesaan fiktif bernama Dholakpur dan selalu berusaha membela kebenaran dengan bermodal keberanian yang ia miliki. KPI menilai tayangan ini terlalu banyak filosofi dan tindakan-tindakan berbahaya yang tak pantas ditonton anak-anak tanpa bimbingan orang tua. Salah satunya penyelesaian masalah dengan kekerasan yang dilakukan oleh tokoh utama yang seorang anak-anak.

    SpongeBob SquarePants diperingatkan KPI lantaran ada dialog tak sopan dan juga beberapa tindakan yang kurang mendidik. Padahal untuk para penonton remaja dewasa, kartun ini punya kesan sendiri. Sosok SpongeBob tercipta dari buah tangan ahli biologi kelautan Stephen Hillenburg dan dikembangkan United Plankton Pictures dengan Nickelodeon Animation Studios. Kartun ini bercerita tentang keseharian sosok manusia spons yang konyol bernama SpongeBob bersama teman-temannya yang tinggal di kota bawah laut bernama Bikini Bottom. 

      Kartun Tom and Jerry, acara kartun yang sangat digemari anak-anak ini, yang penayangannya sudah lama sejak pertengahan tahun 1990 sampai sekarang. Kartun yang menceritakan perkelahian seekor kucing bernama Tom dan seekor tikus bernama Jerry, pencipta kartun Tom and Jerry adalah Joseph Barbera (Hanna-Barbera) dan William Hanna. Bulan September 2014 resmi KPI melarang untuk penayangan kartun ini, karena mengandung unsur kekerasan dan rasisme.

     Little Krishna, serial kartun yang tayang di sebuah televisi swasta ANTV, berasal dari India yang diproduksi oleh BIG Animation and India Heritage Foundation, menceritakan kisah dewa Krishna. Namun, KPI berbicara lain karena banyaknya adegan kekerasan yang ditonjolkan kartun Krishna, maka KPI tegas melarang penayangan kartun ini.

      Serial asal Negeri Sakura, Crayon Shin-chan pun masuk ke dalam tayangan yang dilarang keras diputar di Indonesia. Pasalnya, film Shin-chan mempunyai nuansa yang pornografi dengan melibatkan anak-anak kecil. Untuk itu, KPI menyarankan kepada pihak stasiun televisi untuk menyensor adegan pornografi tersebut.

    Bagaimanapun, saat ini, televisi masih menjadi sumber informasi dan hiburan paling populer dan mudah diakses. Hampir semua rumah tangga memiliki TV. Tinggallah para orang tua dan seluruh anggota keluarga yg harus memfilter tayangan-tayangan tidak mendidik.

     Nah, ada beberapa hal yg bisa dilakukan untuk mencegah efek buruk TV:

Buat aturan menonton yg disetujui bersama 

Misalnya mematikan TV saat kumandang adzan, saat maghrib, tidak menyalakan TV saat makan malam bersama atau saat orang tua tak bisa mengawasi.

Batasi waktu menonton TV

Misalnya satu jam pada hari biasa dan 2-3 jam pada akhir pekan atau saat libur.

Batasi channel yang tersedia di TV

Pilihkan yg paling minim tayangan-tayangan yg tidak mendidiknya.

Buat daftar tayangan

Membuat daftar tayangan yg boleh dan tidak boleh ditonton sendiri oleh anak-anak, yg perlu pendampingan dan yg tidak boleh sama sekali. Jelaskan alasannya, sehingga mereka merasa tidak dikekang.

Pilihkan tayangan yg mengandung nilai positif

Misalnya mengajarkan anak berbagi, santun, dan sayang sesama; merangsang keingintahuan balita; membantunya belajar kata-kata tau bahasa; membuat anak terhibur dan mengembangkan minat anak pada aktivitas lain seperti membaca,hobi dan kegiatan luar.

Dampingi anak saat menonton

Mendampingi anak khususnya pada acara-acara tertentu yg sudah dijadwalkan tadi. Dengan begitu orang tua langsung bisa mengajak berdiskusi.

Jangan gunakan kebolehan menonton TV sebagai hadiah atau hukuman

Karena hal ini sama saja dengan menanamkan betapa berharganya TV di benak anak.

Alihkan perhatian anak dengan kegiatan lainnya

Memperbanyak kegiatan yg melibatkan interaksi antara orang tua dan anak dengan cara-cara seru, diantaranya menggambar, berkreasi, membaca buku cerita, maupun permainan edukatif.

Kurangi jam menonton secara perlahan namun pasti

Orang tua harus menjadi teladan

Sebisa mungkin tahan diri untuk tidak menonton TV di depan anak-anak. Silakan jika anak sedang tidur atau sekolah, yg penting tidak membuat anak berpikir bahwa aturan itu hanya berlaku untuk mereka. 

Yuk mari lindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk TV. NO TV NO CRY. SELAMAT MENCOBA.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...