Sebenarnya aku bingung mo nulis apa hari ini, karena dua hari absen gak posting tulisan jadinya otak ini lelet untuk mikir.hihihi.Ya sudahlah. Kali ini aku mo nulis tentang single mom, menjadi single mom atau bahasa kasarnya janda, bisa disebabkan karena beberapa hal yakni perceraian, kematian pasangan kita maksudnya suami, atau karena kelahiran yang tidak diinginkan akibat seks bebas.
Jika menjadi single mom dikarenakan oleh kematian, berarti itu memang sudah menjadi takdir dari Allah SWT, dan kita sebagai hamba yang beriman (insyaAllah) harus ikhlas menerimanya, toh semua yg bernyawa itu sejatinya pasti akan mati. Jadi jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Life must go on. OK.
Memiliki sebuah keluarga yang utuh, bahagia, dan sejahtera adalah idaman setiap pasangan yang menikah. Namun pada kenyataannya takdir berbicara lain. Dan menjadi seorang ibu sekaligus ayah buat anak bukanlah tugas yang mudah. Seorang single mom perlu kerja keras dan cerdas untuk membesarkan anak-anaknya.
Namun pada zaman sekarang menjadi orang tua tunggal sepertinya sudah menjadi lifestyle bagi para ibu yang mapan. Perempuan yang menjadi single mother sekarang dijadikan sebagai simbol kemandirian perempuan yang sesungguhnya dan inilah yang mereka sebut dengan kesetaraan gender. Biasanya hal ini dilakukan oleh perempuan yang ngakunya sebagai feminist.
Para feminis menginginkan kebebasan dalam menentukan komposisi suatu keluarga. Mereka tidak mau dipimpin oleh laki-laki. Bagi mereka, pernikahan adalah institusi yang mengekang kebebasan mereka berdasarkan jenis kelamin. Umumnya mereka menjadi single parents dengan cara mencari donor sperma kemudian dimasukkan ke dalam rahim mereka. Hal ini benar-benar merusak tatanan keluarga dan merusak kelanjutan peradaban. Bayangkan saja kalau para perempuan tidak menikah? hancurlah peradaban bangsa ini. Selain karena ide feminisme, yang menyebabkan para perempuan menjadi single mom adalah seks bebas ala Barat.
Institusi keluarga di masyarakat Barat saat ini memang tengah mengalami proses
perapuhan. Sejak dua generasi belakangan ini, model perkawinan
masyarakat Barat tengah mengalami perubahan mendasar yang amat dahsyat.
Hingga urgensi persoalan menjaga bangunan keluarga telah menjadi isu
utama gerakan moral di Barat. Sejumlah data statistik di Eropa menunjukkan bahwa lebih dari 50
persen penduduk negara-negara Eropa pada dekade terakhir abad ke-20
hidup dalam keluarga single parents.
Selain itu, Lembaga Statistik AS
juga melaporkan, jumlah keluarga single parents di AS pada tahun 2000
mencapai lebih dari 12 juta keluarga. Sementara itu, jumlah janda di AS
antara tahun 1970 hingga 2000 mengalami peningkatan serius dari 3 juta
menjadi 10 juta janda. Sebagian besar keluarga single parents di AS yang hanya terdiri dari ibu
dan anak itu ternyata merupakan hasil dari hubungan di luar nikah.
Majalah newsweek dalam laporannya menuliskan, 57 persen dari anak-anak
haram kulit putih yang hidup bersama ibu mereka merupakan penyumbang
terbesar jumlah keluarga single parents di AS.
Bahayanya mereka menyebarkan ide feminisme dan gaya hidup bebas ini kepada para muslimah di negeri ini. Akibatnya fenomena single mom juga marak terjadi di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini. Berapa banyak remaja putri yang mendadak single mom? berapa banyak single mom karena perceraian? Angka single mom karena seks bebas dan ide feminis di negeri ini kian bertambah tiap tahunnya.
Yuk mari sama-sama kita selamatkan tatanan keluarga Muslim dari gempuran ide liberalisasi keluarga yang sedang ditularkan barat kepada negeri-negeri Muslim. Mau tidak mau suka tidak suka, keluarga adalah benteng pertahanan terakhir peradaban Islam. Bentengi diri dengan keimanan dan senantiasa menyebarkan Islam kepada masyarakat. Agar keluarga Muslim tetap utuh dan mampu melahirkan generasi berkualitas untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Buat para ibu single mom karena kematian atau (terpaksa) bercerai, tetap semangat menjalani hidup ini. Hidup ini Indah, moms.

No comments:
Post a Comment