Thursday, November 6, 2014

BBM NAIK, ANGGARAN DAPUR TERCEKIK







      Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin
     Lagi, rakyat mendapat kado pahit dari pemerintahan yang baru, pemerintahan Jokowi-JK, diawal kerjanya membuat kebijakan akan menaikkan harga BBM Rp 3000/liter jadi yang semula harga bensin bersubsidi Rp 6500 naik menjadi Rp 9500. Kenaikan tersebut diperkirakan akan diumumkan bulan November ini. Sebenarnya bukan hal yang aneh kalau BBM bersubsidi naik, karena hampir setiap ganti presiden selalu naik. 

      Selalu dengan dalih yang sama yakni subsidi BBM terlalu besar sehingga APBN jebol. Jika APBN jebol maka hutang pemerintah akan bertambah sehingga kesejahteraan rakyat pun akan terganggu. Maka dengan terpaksa pemerintah harus mengurangi subsidi dan menaikkan harga. Inilah alasan yang dibuat-buat dan membohongi rakyat.

     Alasan tersebut tidak masuk akal karena harga kenaikan minyak dunia saat ini berkisar 80 dollar per barel. Artinya turun dari 105 dollar per barel. Tentunya surplus yang terjadi sangat besar. Kenapa pemerintah membohongi rakyat?.

    Kalau memang benar dengan mengurangi subsidi, kesejahteraan rakyat meningkat, mana buktinya? Faktanya, berkali-kali subsidi untuk rakyat dikurangi, kehidupan rakyat makin melarat. Bagaimana tidak, kalau BBM jadi naik maka seluruh kebutuhan pokok akan naik seiring sejalan dengan kenaikan harga BBM tersebut.

    Mengapa yang dijadikan prioritas adalah harga pasar? Bukan kesejahteraan rakyatnya? Padahal rakyatlah yang membutuhkan BBM. Bukannya yang namanya pemimpin itu adalah pelayan bagi rakyatnya? Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

   Contoh riil adalah khalifah Umar bin khattab, suatu malam, khalifah umar sedang berjalan-jalan untuk melihat kondisi rakyatnya, kemudian dia berhenti di suatu rumah  karena di tengah malam anak dalam rumah tersebut belum juga tidur dan menangis terus sepanjang malam. Kemudian khalifah Umar menanyakan kepada shohibul bait tersebut ada apa gerangan dengan si anak itu, dan kenapa si ibu itu cuma diam saja dan tidak berusaha untuk mendiamkan si anak.

    Si ibu pun menjelaskan kalau anaknya sedang lapar makanya si anak tersebut menangis dan si ibu tidak punya apapun yang bisa dimasak akhirnya dia pura-pura merebus sesuatu untuk menenangkan si anak tersebut. Padahal yang direbus adalah sebongkah batu.

     Melihat kondisi salah satu rakyatnya yang miskin, Khalifah Umar pun segera ke Baitul Mal untuk mengambil sekarung gandum buat keluarga tadi tanpa harus merapatkan dengan jajaran menterinya. Dan khalifah sendirilah yang memanggul gandum sendiri tanpa adanya asisten. Subhanallah. Inilah seharusnya yang dicontoh oleh para pemimpin kita, pemimpin yang tak hanya obral janji tapi yang mengayomi rakyatnya sepenuh hati.

     Bagi ibu rumah tangga, ini merupakan pukulan berat. Jika BBM jadi naik, maka akan mengganggu anggaran dapur yang sudah seperti biasanya berjalan. Oleh karenanya harus ada pos-pos pengeluaran yang dikurangi. Dan mau tidak mau, harus ada pos pendapatan tambahan. 

    Karena meskipun BBM naik, gaji suami tidak ikut naik. Jadi ibu yang kreatif harus ekstra keras memikirkan bagaimana dengan gaji yang tetap bisa mencukupi kebutuhan yang meningkat.

    Dengan naiknya harga BBM ini, benar-benar membuat anggaran tercekik. Mari bu, TOLAK KENAIKAN BBM.


No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...