Tahukah ibu kapan hari kesehatan nasional itu? tidak tahu ya? haha..sama kalau gitu ma saya. Setelah googling ternyata eh ternyata hari kesehatan nasional itu tanggal 12 November, oh MG berarti hari Rabu kemarin donk ya. Ngomong-ngomong tentang kesehatan, ternyata negara ini masih banyak PR yang harus segera diselesaikan, terkhusus mengenai gizi buruk yang banyak menimpa bayi dan balita. Gizi buruk ini juga yang menjadi momok buat para ibu termasuk saya.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) th 2013 secara Nasional diperkirakan Prevalensi Balita Gizi Buruk dan Kurang sebesar 19,6 %. Jumlah ini jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2007, terjadi peningkatan yaitu dari 18,4 %. Bila dilakukan konversi ke dalam jumlah absolutnya, maka ketika jumlah Balita tahun 2013 adalah 23.708.844, sehingga jumlah Balita Giburkur sebesar 4.646.933 Balita. Berarti ada 4,6 Juta lebih Balita Gizi Buruk dan Kurang di Indonesia.
Apabila
ditinjau menurut provinsi, terlihat ada 19 provinsi yang mempunyai
proporsi lebih tinggi dari angka Nasional. Proporsi tertinggi Balita
Giburkur terdapat pada provinsi Nusa Tenggara Timur (33%). Sedangkan
proporsi terendah Giburkur pada provinsi Bali (13,2 %).
Ada banyak faktor penyebab terjadinya gizi buruk diantaranya, menurut dr. Subagyo, Sp.P., gizi buruk disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama adalah faktor pengadaan makanan yang kurang mencukupi suatu wilayah tertentu. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya potensi alam atau kesalahan distribusi.
Faktor
yang pertama yaitu mengenai pengadaan bebrapa makanan yang kurang
mencukupi pada suatu wilayah tertentu. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh
kurangnya potensi alam ataupun kesalahan ketika mendistribusikan
makanan tersebut.
Faktor yang kedua yaitu mengenai segi kesehatan sendiri, mislanya
seseorang menderita penyakit kronis terutama masalah gangguan pada
sistem metabolisme/penyerapan makanan. Menurut mantan Menteri Kesehatan
yaitu Dr. Siti Fadilah mengatakan bahwa ada 3 hal yang saling berkaitan
terutama dalam hal gizi buruk diantaranya mengenai kemiskinan,
kesempatan kerja rendah dan pendidikan yang rendah. Maka hal tersebut
mengakibatkan kurangnya ketersediaa pangan di rumah tangga dan beberapa
pola asuh anak yang sering keliru. Dan berakibat pada kurangnya asupan
gizi pada balita dan balita tersebut akan mudah sekali terkena berbagai
macam penyakit.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/faktor-penyebab-gizi-buruk-pada-balita/#sthash.dxR23iAW.dpuf
Nah, berikut ini ada beberapa kiat untuk mencegah gizi buruk pada anak dalam skala keluarga:
1. Pantau perkembangan fisik, berupa berat badan, kemampuan panca indera dan motoriknya.
Bisa dengan pengawasan pribadi atau bantuan tim medis, seoerti posyandu, puskesmas atau bidan. Bila enggan ke posyandu, sediakan timbangan badan di rumah dan pastikan anak tidak kurang berat badannya dari pertumbuhan normal sesuai usianya. Cermati, apakah anak aktif bergerak, memiliki rasa ingin tahu yg tinggi dan sangat responsif.
2. Sisihkan uang belanja untuk memenuhi kebutuhan makan dengan tidak pelit.
Jangan sampai mengutamakan menabung dibanding memenuhi rengekan anak akan jajan, misalnya selama jajan itu memang diminta anak karena kebutuhan ngemilnya, jangan serta merta memarahinya. Tapi pilihkan jajan yang sekiranya tidak menyebabkan mudharat pada anak.
3. Sediakan makanan yang halal, bergizi, dan higienis.
Bisa dengan mengolah sendiri atau membeli jadi, yg penting memenuhi kecukupan kalori termasuk karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan zat yang bermanfaat lainnya.
4. Utamakan daftar menu seimbang.
Agar anak bergizi baik, bukan sekedar banyak makan, tapi makan makanan yang bervariasi dan mengandung semua gizi yang diperlukan.
5. Sabar dan telaten membuat anak gemar makan.
6. Sajikan makanan selagi hangat dengan penampilan yang memikat.
7. Jangan lupa tanamkan tentang pentingnya makan, khususnya kepada anak yang sudah bisa diajak berbicara.
Bahwa memenuhi makan adalah wajib sebagai bentuk memenuhi hak tubuh agar terhindar dari sakit dan bisa melakukan kegiatan yang digemarinya. Beri pemahaman bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan yg membutuhkan gizi tinggi agar bisa tumbuh sempurna.
8. Beri contoh.
Anak biasanya meniru orang tuanya, jika ayah atau ibunya tipe pilih-pilih menu, jangan kaget jika anak juga begitu.
Makanan bergizi tidak harus mahal kan bu?! Selamat Mencoba!!!!
Ada banyak faktor penyebab terjadinya gizi buruk diantaranya, menurut dr. Subagyo, Sp.P., gizi buruk disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama adalah faktor pengadaan makanan yang kurang mencukupi suatu wilayah tertentu. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya potensi alam atau kesalahan distribusi.
Nah, berikut ini ada beberapa kiat untuk mencegah gizi buruk pada anak dalam skala keluarga:
1. Pantau perkembangan fisik, berupa berat badan, kemampuan panca indera dan motoriknya.
Bisa dengan pengawasan pribadi atau bantuan tim medis, seoerti posyandu, puskesmas atau bidan. Bila enggan ke posyandu, sediakan timbangan badan di rumah dan pastikan anak tidak kurang berat badannya dari pertumbuhan normal sesuai usianya. Cermati, apakah anak aktif bergerak, memiliki rasa ingin tahu yg tinggi dan sangat responsif.
2. Sisihkan uang belanja untuk memenuhi kebutuhan makan dengan tidak pelit.
Jangan sampai mengutamakan menabung dibanding memenuhi rengekan anak akan jajan, misalnya selama jajan itu memang diminta anak karena kebutuhan ngemilnya, jangan serta merta memarahinya. Tapi pilihkan jajan yang sekiranya tidak menyebabkan mudharat pada anak.
3. Sediakan makanan yang halal, bergizi, dan higienis.
Bisa dengan mengolah sendiri atau membeli jadi, yg penting memenuhi kecukupan kalori termasuk karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan zat yang bermanfaat lainnya.
4. Utamakan daftar menu seimbang.
Agar anak bergizi baik, bukan sekedar banyak makan, tapi makan makanan yang bervariasi dan mengandung semua gizi yang diperlukan.
5. Sabar dan telaten membuat anak gemar makan.
6. Sajikan makanan selagi hangat dengan penampilan yang memikat.
7. Jangan lupa tanamkan tentang pentingnya makan, khususnya kepada anak yang sudah bisa diajak berbicara.
Bahwa memenuhi makan adalah wajib sebagai bentuk memenuhi hak tubuh agar terhindar dari sakit dan bisa melakukan kegiatan yang digemarinya. Beri pemahaman bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan yg membutuhkan gizi tinggi agar bisa tumbuh sempurna.
8. Beri contoh.
Anak biasanya meniru orang tuanya, jika ayah atau ibunya tipe pilih-pilih menu, jangan kaget jika anak juga begitu.
Makanan bergizi tidak harus mahal kan bu?! Selamat Mencoba!!!!

No comments:
Post a Comment