Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Apalagi modal untuk merantau pun ada, koneksi pun ada, kenapa enggak?! ya ga? Aku mengutarakan ideku ini kepada suami, dan untuk sejenak suami setuju.
Setelah melakukan penelahaan kembali, akhirnya ide tersebut kami urungkan kembali dengan banyak pertimbangan, terutama masalah anak-anak. Tidak mungkin kami tega meninggalkan kedua anak kami dan menitipkan kepada orang tua seperti yang banyak dilakukan oleh para orang tua zaman sekarang.
Kalaupun anak-anak nanti terpaksa ikut, maka mau gak mau akan menambah biaya hidup di perantauan, belum lagi masalah psikologi anak, mau tidak mau juga kejiwaannya akan sedikit terganggu karena mereka beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Benar-benar dilematis, aku yakin banyak yang mengalami hal seperti ini. Dan bila yang merantau cuma suami saja, biasanya akan membuat psikologi istri terganggu. Tidak heran banyak kasus bermunculan pada keluarga yang istri ataupun suaminya merantau, entah itu perselingkuhan, entah itu kekerasan pada anak, dll.
Menghadapi situasi seperti aku ini, maka ada beberapa hal yang perlu anda lakukan antara lain:
1. Sebelum memutuskan untuk merantau atau kerja di luar kota, bicarakanlah hal ini dan buatlah kesepakatan bersama. Apakah sebaiknya seluruh keluarga ikut, atau cukup suami yang berkomitmen, misalnya pulang dalam periode tertentu, misal seminggu atau sebulan sekali. Jika tidak memungkinkan pulang dalam jangka waktu singkat, lebih ideal jika keluarga bisa ikut serta sehingga keluarga tetap utuh.
2. Jika benar-benar harus hidup berjauhan, tanamkan saling rasa percaya. Tak hanya istri terhadap suami, tapi juga suami terhadap istrinya. Jalin komunikasi yang baik, walaupun hanya telepon, sms, BBM atau email, itu akan sangat berarti dalam menjaga keharmonisan. Komunikasi yang baik akan memotivasi suami untuk lebih giat bekerja.
3. Sebaiknya suami tidak meninggalkan istrinya untuk waktu yang sangat lama. Sebab seorang suami wajib menggauli istrinya dengan ma'ruf. Firman Allah SWT:" Bergaullah kalian (wahai para suami) dengan mereka (para istri) dengan cara yang ma'ruf." (TQS. An nisa:19). Hak untuk mendapatkan pergaulan dengan ma'ruf ini merupakan hak yang wajib ditunaikan suami terhadap istrinya. Sebagaimana pula seorang istri dituntut berlaku demikian terhadap suaminya karena istri pun punya kewajiban. Sebagaiman Allah SWT berfirman: "Mereka (para istri) punya hak yang sebanding dengan kewajiban mereka dengan cara yang ma'ruf." (TQS. Al Baqarah:228).
4. Istri hendaknya ridha dan ikhlas. Sebab bila tidak, dikhawatirkan akan menjadi beban dosa bagi suami yang pergi dengan terpaksa.
5. Bila si istri khawatir dirinya atau suaminya akan terjatuh ke dalam fitnah meski ada hajat syar'i, ia bisa menuntut suami untuk berkumpul kembali dalam rangka menjaga kehormatan dirinya.
Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah bersyukur atas segala apa yang kita punya sekarang. Dan tetaplah berjuang untuk kehidupan yang lebih baik dan jangan lupa memperbanyak amalan sholeh sebagai bekal kita nanti menghadap Illahi Rabbi.GANBATTE!!!

No comments:
Post a Comment