Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Entah kenapa beberapa hari ini, aku merasa minder untuk menunjukkan siapa diriku hanya karena profesiku sebagai ibu rumah tangga atau lebih tepatnya pengangguran. Bahkan hanya sekedar keluar untuk ngobrol-ngobrol santai ma tetangga pun aku minder.
Takut minderku ini makin berkelanjutan akhirnya aku mencari motivasi lewat membaca buku salah satu bukuyang sangat memotivasiku adalah bukunya inspirator sukses mulia Jamil Azzaini yang berjudul 'Makelar Rezeki'. Karena penyakit minder ini kalau tidak segera diobati akan makin akut dan membuat manusia mengurung diri dari dunia nyata.
Berikut tulisan yang membuatku termotivasi. Pernah membunyikan klakson? Pasti semua orang pernah membunyikan klakson, baik itu klakson mobil maupun sepeda motor, dan kenapa kita membunyikan klakson? alasannya adalah agar orang lain tahu tentang keberadaan kendaraan kita sehingga orang lain tidak menabrak kita. Sama seperti kehidupan ini, agar orang lain tahu keberadaan kita maka kita harus membunyikan klakson kehidupan kita.
Ada orang yang enggan membunyikan klakson kehidupannya (termasuk aku) dengan berbagai alasan, misalnya dengan berkata," Tidak ah nanti dibilang sok pahlawan." Atau ada yang berkata," Ogah ah, nanti saya dibilang cari muka."
Seorang bijak berkata,"Jika Anda tidak siap dipuja dan dicerca, Anda tidak akan siap jadi apa-apa." Kata-kata ini sangat mengena banget buat aku. Ketika kita ingin menjadi sosok yang lebih hebat dibandingkan dengan hari ini, sebenarnya kita telah membeli tiket untuk siap dipuja sekaligus dicerca. Jangankan kita, para nabi pun mendapat banyak cercaan ketika berjuang menyadarkan umatnya.
Orang Jawa ada budaya ewuh perkewuh, artinya enggan melakukan sesuatu hal hanya karena ga enak ma seseorang, inilah yg sering aku alami yakni terlalu mencemaskan pendapat orang lain terhadap diriku. Padahal faktanya kebanyakan orang tidak pernah memikirkan kita. Mereka terlalu sibuk mencemaskan kehidupan mereka dan jika toh mereka memikirkan kita, mereka justru memikirkan pendapat kita tentang mereka. Kebanyakan orang berpikir apa manfaatnya buatku, bukan apa manfaatnya buatmu.
So, jangan sia-siakan waktu kita untuk mencemaskan pendapat orang lain tentang diri kita. Gunakanlah waktu yang ada untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, untuk memikirkan dan melakukan hal yang menjadi impian kita. Kita memang perlu sedikit mendengar klakson kehidupan orang lain, tetapi yang lebih penting, kita harus membunyikan klakson kehidupan kita agar terdengar nyaring oleh orang-orang sekitar kita.
Ada orang yang enggan membunyikan klakson kehidupannya (termasuk aku) dengan berbagai alasan, misalnya dengan berkata," Tidak ah nanti dibilang sok pahlawan." Atau ada yang berkata," Ogah ah, nanti saya dibilang cari muka."
Seorang bijak berkata,"Jika Anda tidak siap dipuja dan dicerca, Anda tidak akan siap jadi apa-apa." Kata-kata ini sangat mengena banget buat aku. Ketika kita ingin menjadi sosok yang lebih hebat dibandingkan dengan hari ini, sebenarnya kita telah membeli tiket untuk siap dipuja sekaligus dicerca. Jangankan kita, para nabi pun mendapat banyak cercaan ketika berjuang menyadarkan umatnya.
Orang Jawa ada budaya ewuh perkewuh, artinya enggan melakukan sesuatu hal hanya karena ga enak ma seseorang, inilah yg sering aku alami yakni terlalu mencemaskan pendapat orang lain terhadap diriku. Padahal faktanya kebanyakan orang tidak pernah memikirkan kita. Mereka terlalu sibuk mencemaskan kehidupan mereka dan jika toh mereka memikirkan kita, mereka justru memikirkan pendapat kita tentang mereka. Kebanyakan orang berpikir apa manfaatnya buatku, bukan apa manfaatnya buatmu.
So, jangan sia-siakan waktu kita untuk mencemaskan pendapat orang lain tentang diri kita. Gunakanlah waktu yang ada untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, untuk memikirkan dan melakukan hal yang menjadi impian kita. Kita memang perlu sedikit mendengar klakson kehidupan orang lain, tetapi yang lebih penting, kita harus membunyikan klakson kehidupan kita agar terdengar nyaring oleh orang-orang sekitar kita.

No comments:
Post a Comment