Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua.
Kata orang zaman sekarang adalah zaman modernitas, zaman kemajuan teknologi. Semakin majunya zaman, kata orang pikiran manusia juga semakin berkembang dan maju. Namun, hal itu cuma 'katanya' karena pada faktanya semakin majunya teknologi tidak seiring berjalan dengan semakin membaiknya perilaku manusia, malah sebaliknya, manusia makin melakukan tindakan irrasional salah satunya adalah fenomena pernikahan yang tak lazim yang kini kian marak terjadi di negara Barat dan kini merambah ke negara Timur khususnya Asia.
Mari kita telusuri pernikahan-pernikahan yang tak lazim tersebut. Misalnya belum lama ini ada yang menikah dengan makhluk ghaib, Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) menikah dengan peri Ratu Setyowati di Desa Sekalaras, kecamatan Widodaren, kabupaten Ngawi, Rabu (8/10/2014).
Kemudian di Inggris, ada perempuan Grace Gedler menikahi dirinya sendiri di hadapan 50 tamu, setelah 6 tahun menjomblo. Jadi perempuan ini menikah tanpa pasangan.
Ada lagi orang yang menikah dengan bantal, Lee Jin-gyu, seorang pemuda Korea, jatuh cinta pada ‘dakimakura’ nya – semacam bantal huggable besar dari Jepang. Lee sedemikian terobsesi dengan bantalnya, sehingga selalu membawanya
pergi ke taman atau ke pasar atau kemana saja, termasuk pergi ke jamuan
makan. Pada akhirnya Lee tanpa sungkan menikah dengan sang bantal. Tidak main-main, ‘mereka’ menikah dengan upacara khusus dimana sang
‘mempelai’ bantal mengenakan gaun pengantin di hadapan seorang pendeta
lokal. Tentu saja pernikahan aneh ini mendapat perhatian dari media.
Ada juga yang menikah dengan karakter kartu. Adalah SAL9000, nick name seorang pemuda Jepang yang
menikahi Nene Anegasaki, seorang wanita yang sempurna dalam segala
hal. Tidak ada yang aneh dengan pernikahan tersebut, kecuali jika anda
tahu bahwa Nene Anegasaki adalah hanya tokoh rekaan dalam sebuah game
online populer “Love Plus”, sebuah permainan kencan yang dirancang
sedemikian rupa mirip dengan kehidupan nyata. Anda bisa mencari pacar
sesuai keinginan anda, mengajaknya berkencan, curhat, membelikan bunga
atau hadiah lainnya dengan kartu kredit anda, bahkan berdansa hingga
larut malam. Tentu saja, semuanya cuma ada di dunia maya.
SAL9000 begitu keranjingan dengan game ini sehingga jatuh cinta
dengan Nene, pacar virtualnya. Tidak hanya sampai di situ, SAL9000
bahkan menikahi pacar virtualnya tersebut. Pernikahan itu sendiri dilaksanakan di Guam, di mana hukum di sana
tidak melarang perkawinan yang tidak lazim ini. Sebuah resepsi juga
dilangsungkan di Tokyo Jepang dimana para undangan akan memberikan
selamat kepada kedua mempelai, namun sang ‘mempelai wanita’ virtual
entah berada dimana.
Pernikahan-pernikahan aneh di atas menunjukkan kemunduran yang sangat parah pada "otak" manusia. Hal ini umumnya terjadi di tubuh individu-individu yang sekuler yang memuja paham kebebasan (liberalisme). Dalam hal apapun, tetap saja idiologi sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan yang menyetir pola pikir dan pola sikapnya.
Negara Barat yang sekuler itu memang sangat memanjakan arah orientasi seksual apapun, sekalipun nyleneh. Bagi negara sekuler, berbagai penyimpangan seksual tersebut diklaim sebagai kelainan atau gangguan semata yang menjadi hak privat sang pelaku. Keabsahannya tidak boleh dipersoalkan. Itu ranah hak asasi manusia yang 'haram' diganggu-gugat.Tak aneh jika masyarakat Barat tidak merisaukan warganya yang menikah dengan barang tak bergerak.
Demikianlah kalau terlalu memuja materi. Pemberhalaan terhadap benda telah membuat manusia pun cinta mati pada materi. Sungguh terlalu, kecintaan pada benda diimplementasikan sampai ke pelaminan. Tentu saja hal itu tidak ada dalam Islam.
Maka itu, pandangan Barat yang permisif (serba boleh), liberal, dan sekuler ini seharusnya dibuang jauh-jauh dan tidak ditiru oleh Muslim. Pernikahan nyleneh seperti di atas, tidak mewujudkan hakikat pernikahan itu sendiri. Hakikat pernikahan dengan makhluk ghaib, benda mati,atau binatang sangat tidak logis. Mustahil. Bagaimana ijab-qabulnya? Bagaimana tata caranya berumah tangga?
Tidak akan bisa dijalankan hak dan kewajiban masing-masing terhadap pasangannya. Tidak akan terpupuk kesatuan, cinta dan kasih sayang. Tidak akan terwujud lahirnya generasi penerus. Tidak akan terbangun kehidupan rumah tangga sesungguhnya. Padahal konsekuensi pernikahan adalah berketurunan dan kehidupan keluarga. Oleh karena itu praktik pernikahan yang tak lazim di atas harus ditolak. Karena hal itu hanya akan merusak akidah umat Islam. Merusak keyakinan jiwa, akal, dan kehormatan.
Sudah gilakah dunia ini? Mari kembali kepada pedoman hidup manusia yang sesungguhnya, yg berasal dari Sang Pencipta yakni Allah SWT yang tertuang dalam al Qur'an dan as Sunah.

No comments:
Post a Comment