Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Kalau ditanya kepada para ibu, apakah melahirkan anak itu mudah? jawabnya tentu tidak. Sakit luar biasa, itu sudah pasti. Sembilan bulan hingga waktu persalinan adalah masa-masa berat bagi seorang calon ibu. Namun, lebih tidak mudah lagi menjadi ibu yang ideal untuk anak kita.
Ya, sepertinya menjadi ibu itu 'mudah', kalau hanya ibu biologis. Tapi tidak demikian menjadi ibu yang idiologis. Ibu yang mampu menjalankan tugasnya menjadi 'tiang' rumah tangga. Ibu yang mampu menegakkan pondasi keluarga hingga mencapai tujuan pembangunannya.
Ibu yang mampu menciptakan keharmonisan keluarga, sehingga mewujudkan surga dunia di rumah. Namun, juga ibu yang mampu menjadikan visi akhirat sebagai orientasinya. Ibu seperti apakah itu?
Ternyata ibu yang mampu menjaga eksistensinya sebagai sumber cahaya dalam rumahnya. Sumber kekuatan, kecerdasan, dan kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga.
Nah, menurut beberapa sumber, ada beberapa hal kecil yang memiliki pengaruh besar bagi ibu agar mampu menjalankan perannya dengan ideal. Misalnya hal-hal berikut ini:
SENYUM dan SAPA
Biasanya, ibu-ibu bangun tidur dengan pikiran ruwet. Jarang yang menyisakan barang beberapa detik untuk seulas senyum dan salam manis untuk anggota keluarga yang baru membuka matanya.
Padahal semua tahu, senyum adalah piranti sederhana yang mampu mengobati berbagai penyakit sosial dan domestik saat ini. Senyum bisa menjadi bekal agar hari ini lebih cerah. Senyum akan membuat suasana hati lebih baik.
Yuk mari bangun pagi langsung senyum dan sapa kepada anak-anak dan suami kita. Dan rasakan perbedaannya.
MELAYANI dan MELINDUNGI
Anak-anak adalah bos kecil. Layanilah keperluan mereka sembari tetap mengajari kemandirian. Ya, seorang ibu rumah tangga harus melayani hak-hak anak-anak dengan baik. Memandikan, mengenakan pakaian dan memberi makan mereka dengan aktivitas menyenangkan.
Demikian pula melayani suami dengan baik, yakni mampu mengatur waktu, efisien dalam masalah keuangan dan efektif dalam bekerja. Untuk itu, hormati seluruh anggota keluarga, baik tua maupun muda. Ciptakan rumah yang aman, nyaman, dan bersih.
Ibu yang ideal tidak menghabiskan waktu dan uang belanja secara sembrono. Sebaliknya, dia dipercayakan suaminya untuk memenej urusan rumah tangga secara akurat dan seimbang. Dialah manajer rumah tangga ketika suaminya bekerja. Dia bertanggung jawab atas stabilitas keluarga.
KOMUNIKATIF alias CEREWET
Seorang ibu wajib memiliki banyak kosakata, karena ia harus menjadi orang yang banyak bertanya, banyak mendengar, dan banyak menjawab. Ya, jadi ibu itu memang harus cerewet. Artinya, banyak komunikasi dengan seluruh anggota keluarga.
Misalnya, dengan banyak bertanya. Kepada anak-anak, tanyakan bagaimana kegiatan mereka. Kita akan tahu suasana hatinya jika menanyakan apa saja yang mereka lakukan hal itu. Selain merangsang anak mengemukakan pendapat, juga menjalin kedekatan. Sebab, anak akan merasa Kita memperhatikannya. Tentunya dengan teknik bertanya yang baik, agar tidak terkesan introgasi.
Jika anak-anak kecil seringkali mengajukan pertanyaan:'mengapa", Kita harus belajar bertanya: siapa, apa, kapan, dan dimana kepada anak-anak. Jadi apakah Kita sudah cukup banyak bertanya?
MITRA IDEOLOGIS
Ibu yang ideal tentunya harus memiliki kualitas pemahaman Islam yang mumpuni. Ibadah ritualnya jempolan, juga jadi rujukan halal-haram. Ajaklah anak, suami, dan anggota keluarga lainnya menjadi bagian gerbong kereta ke surga. Mulai dengan pembiasaan ibadah bersama anak-anak, melibatkan mereka dalam doa-doa, hingga menyiapkan mereka menjadi mitra dakwah. Sebab, ibulah tempat mempersiapkan generasi berkepribadian Islam.
Akidahnya lurus, ibadahnya terjaga, akhlaknya baik, dan fisiknya sehat. Rasulullah SAW bersabda," Wanita (istri) adalah seorang pemimpin (ra'iyah) atas ahli bait suaminya dan anak suamnya dan dia akan ditanya tentang mereka."
Sudahkah kita menjadi ibu yang ideal? kalau belum, yuk kita berbenah menjadi ibu yang lebih baik lagi.

No comments:
Post a Comment