Ditakdirkan sebagai wanita adalah sesuatu hal yang patut kita syukuri. Wanita adalah makhluk yang istimewa sehingga banyak hukum yang diberikan Allah SWT yang khas hanya untuk wanita. Misalnya masalah penyusuan anak, kehamilan, kelahiran, maupun tentang iddah.
Bukan berarti wanita lebih mulia daripada pria, karena sejatinya pria maupun wanita kedudukannya sama di hadapan Allah SWT, yang membedakannya adalah amal sholihnya di dunia. Oleh karena itu baik pria dan wanita seharusnya mengetahui apa saja amanah yang diberikan oleh Allah SWT di dunia ini yang harus diembannya.
Lantas amanah apa yang utama bagi seorang wanita? Aktivitas wanita yang mulia adalah menjalankan fungsinya sebagai ibu bagi anak-anaknya dan mengatur rumah tangganya (ummu wa rabbatul bait). Bila seorang wanita khususnya muslimah menyadari betapa tinggi nilai dan kemuliaan menjadi ibu, niscaya dia tidak akan menukarnya dengan aktivitas lainnya yang mubah misalnya bekerja di luar rumah demi mengejar karir, sementara kehidupan keluarganya dikorbankan dan hancur. Tentu saja dengan tidak menafikkan perannya sebagai bagian dari masyarakat.
Seperti halnya para isteri Rasulullah SAW dan para shahabiyah yang berhasil menjalankan amanahnya dengan baik. Baik itu sebagai hamba Allah yang bertaqwa, sebagai seorang istri yang sholiha, sebagai ummu wa rabbatul bait, maupun sebagai bagian dari masyarakat. Subhanallah.
Peran wanita sebagai ibu, adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Darinya anak pertama kali belajar. Karena itu, ini menuntut seorang ibu ekstra hati-hati, sebab dia mempunyai pegaruh yang besar pada anak-anaknya. Ibu yang baik tentunya akan melahirkan generasi yang baik pula. Maka pantas jika wanita dinobatkan sebagai tiang negara, an nisa 'imad al bilad.
Peran wanita sebagai ibu, adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya. Darinya anak pertama kali belajar. Karena itu, ini menuntut seorang ibu ekstra hati-hati, sebab dia mempunyai pegaruh yang besar pada anak-anaknya. Ibu yang baik tentunya akan melahirkan generasi yang baik pula. Maka pantas jika wanita dinobatkan sebagai tiang negara, an nisa 'imad al bilad.
Rumah sebagai sekolah pertama bagi anak. Anak belajar segalanya dari ayah dan ibu. Karena itu, rumah merupakan tempat belajar yang baik bagi anak, karena disanalah tempat anak sering berinteraksi dengan ibunya. Di rumah anak belajar banyak hal tentang benda, warna, bentuk, dsb. Anak juga bisa mendengarkan ibunya berdoa, mengaji, dan bercerita tentang Nabi dan para sahabatnya dalam suasana yang rileks dan menyenangkan.
Oleh karena itu, ibu dan rumah merupakan faktor utama yang memberikan kontribusi atas keberhasilan dalam pembelajaran anak. Di rumah, seorang ibu bisa mengajarkan banyak hal tentang kehidupan ini, tentang kisah kepahlawanan para shahabat Nabi SAW, kesholihan mereka, dengan harapan mereka meniru mereka dan sholih seperti halnya para shahabat Rasul SAW. Ibu juga merupakan perisai bagi anaknya, yang bisa membentengi mereka dari pengaruh negatif di luar. Dengan belaian kasih sayangnya, karakter anak-anaknya akan dibentuk.
Peranan ibu sebagai ummu wa rabbatul bait membutuhkan pengorbanan kaum wanita dengan sepenuh hati, bukan setengah-tengah. Semuanya dilakukan dengan tulus bukan karena terpaksa.

No comments:
Post a Comment