Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
Alhamdulillah saya telah dikaruniai oleh Allah SWT dua anak laki-laki. Mengurus,menjaga, dan mendidik kedua buah hati adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya buat saya. Karena tidak semua ibu mempunyai waktu penuh untuk mengurus anak-anak mereka. Walaupun cuma 2 anak, suasana rumah terkadang seperti pasar, karena adanya pertengkaran diantara keduanya.
Keharmonisan ternyata bukan hanya milik suami-istri, melainkan untuk semua anggota keluarga tak terkecuali buah hati (kakak-adik) kita. Keharmonisan antara kakak-adik ini haruslah senantiasa dijaga, agar tidak berdampak sampai mereka dewasa. Tidak sedikit kita menyaksikan fakta: kakak-adik yang tidak akur, saling bertengkar, saling mencela, bahkan mungkin saling menyakiti. Dan tidak sedikit juga orangtua yang bingung menyikapi konflik antara kakak-adik ini bahkan tidak jarang yang salah ambil sikap termasuk saya. Jika saya memisahkan Rosyid dan adiknya pada saat bertengkar, kemudian saya menggendong si Bungsu, yang kakak marah, begitu sebaliknya.
Membiarkan konflik yang berlarut-larut antara keduanya akan berdampak buruk misalnya menjadi anak yang pencemburu, egois, iri, dengki. Dalam mengatasi konflik kakak-adik ini orangtualah yang memegang peranan penting dalam upaya mengharmoniskan hubungan keduanya.
6 KIAT MENJAGA HUBUNGAN HARMONIS KAKAK ADIK:
1. Pahamkan anak tentang kewajiban terikat dengan aturan Allah SWT (termasuk adab dan akhlak terhadap saudara) sejak dini.
Yakni dengan cara penanaman aqidah Islam yang kuat dalam diri anak, dan ini adalah tugas berat dan panjang bagi orang tua. Orangtua harus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Allah dan RasulNya dalam urutan yang pertama pada diri anak.
2. Berikan teladan yang terbaik dari orangtua.
Anak adalah peniru ulung. Orangtua dituntut untuk selalu menjadi yang terdepan dalam ketaatan dan kebaikan, karena anak melihat mereka setiap saat . Orangtua menjadi cermin bagi anak-anaknya hingga mereka dewasa.
3. Bersikaplah adil dan jangan pilih kasih.
4. Jika terjadi 'perang saudara', bersegeralah melerainya.
5. Berikan nasihat kepada anak-anak pada saat yang tepat.
Rasulullah SAW menganjurkan beberapa pilihan waktu untuk memberi nasihat, yaitu saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan, sewaktu makan, dan saat anak sakit.
6. Selalu mendoakan anak-anak kita.
Berdoalah selalu agar anak-anak kita menjadi qurrotaa'yun yang kokoh akidahnya, taat syariah, baik akhlaknya, dan selalu tolong menolong dalam ketaatan dan kesabaran. Mohonkan juga agar kita dan anak-anak di Hari Akhir kelak bisa bersama-sama dipertemukan Allah SWT dalam surgaNya. Amin.
Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment