Friday, January 9, 2015

5 HAL YANG TIDAK BOLEH DIBICARAKAN ANTAR IBU RUMAH TANGGA

      
5 HAL YANG TIDAK BOLEH DIBICARAKAN ANTAR IBU RUMAH TANGGA



     Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua.
     Ibu rumah tangga tak lepas dengan yang namanya ngrumpi. Karena memang begitulah wanita yang lebih banyak bicaranya daripada pria. Seorang ibu memang harus banyak bicara tapi yang bermanfaat tentunya. Karena di pundaknya ada amanah untuk mendidik anak, bayangkan saja kalau ibu itu orang yang pendiam? Bagaimana dia akan menjawab semua pertanyaan anak-anaknya?
     Ngrumpi memang kadang diperlukan untuk berbagi ilmu dan juga pengalaman para ibu dalam mengurus anak dan rumah tangganya. Namun kebanyakan ngrumpi pun tidak baik juga karena biasanya akan memicu membicarakan hal-hal yang tidak perlu bahkan hal yang diharamkan untuk dibicarakan.
        Bicarakanlah hal-hal yang bermanfaat dan mendatangkan pahala saja. Misalnya membicarakan tentang Islam, cara mendidik anak menurut Islam, tips memasak yang sehat, dll. Jangan sampai kegiatan rumpi tersebut mengantarkan kita pada perbuatan ghibah.

5 HAL YANG TIDAK BOLEH DIBICARAKAN ANTAR IBU RUMAH TANGGA:

1. Membicarakan kekurangan suami.
    Kekurangan suami adalah kekurangan istri juga. Kalau kita membicarakan kekurangan suami kepada orang lain sama saja sedang menelanjangi diri kita sendiri. Suami adalah pakaian bagi istri, begitu sebaliknya.

2. Membicarakan kekurangan anak.
    Kekurangan anak seharusnya dicarikan solusi untuk mengatasinya bukan malah dijadikan bahan ngrumpi. Jangan sampai anak mendengar rumpian tersebut karena akan membunuh kepercayaan diri si anak.

3. Membicarakan masalah ranjang.
    Hal ini jelas diharamkan dalam Islam. Dari Abu Sa'id al Khudri r.a, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya sejelek-jelek manusia di sisi Allah akan tempatnya pada hari kiamat kelak, adalah suami yang mencurahkan kasih sayangnya kepada istrinya dan istrinya pun sudah mencurahkan kasih sayangnya kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya itu." (HR. Muslim)

4. Membicarakan masalah PIL (Pria Idaman Lain).

5. Membicarakan keluarga mertua.

Istri yang sholiha seharusnya dapat menjaga diri dan keluarganya dari perbuatan yang menjerumuskan keluarganya di neraka. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaklah ia berkata yang baik atau hendaknya ia diam."

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...