Thursday, January 8, 2015

5 CARA AGAR DISAYANG MERTUA

    
5 CARA AGAR DISAYANG MERTUA
    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
     Alhamdulillah, saya mendapatkan mertua yang baik. Tidak rewel seperti yang ada di sinetron. Mertua saya adalah orang Jawa yang sangat menjunjung tradisi. Selama ini saya dan mertua belum pernah yang namanya berantem hebat, paling kami cuma selisih paham masalah tradisi.
      Misalnya, waktu kelahiran anak, saya tidak mau ari-ari diletakkan di samping rumah kemudian diberi sesajen, diterangi dengan lampu, menurut saya hal ini tidak ada gunanya. Namanya ari-ari cukup dikubur saja di dalam tanah, selesai perkara. Toh ari-ari tidak mempengaruhi kesehatan anak, kenapa mesti diagung-agungkan? Seharusnya kita bersyukur kepada Allah atas kelahiran anak kemudian kita adakan aqiqah sebagai wujud syukur kepadaNya. Ini malah lebih bermanfaat daripada mengadakan ritual yang dibuat-buat yang mengarah kepada kesyirikan.
      Hanya tradisi yang membuat kita sering selisih paham, selebihnya saya dan mertua berjalan sebagaimana ibu dan anak.

 Inilah 5 cara agar disayang mertua:

1. Berkatalah lemah lembut. 
    Bagi orang Jawa, kalau bisa memakai bahasa krama inggil, itu lebih menghormati. Dan orangtua manapun sangat senang jika dihormati.

2. Sering berkunjung.
    Bagi yang tidak serumah dengan mertua, berkunjunglah ke rumahnya secara rutin misalnya seminggu 1x atau 2 minggu 1x, untuk mempererat tali kasih antar mertua dan menantu.

3. Mintalah nasihat.
     Mintalah nasihat kepada mertua mengenai segala hal misalnya tentang rumah tangga, resep masakan, mengurus anak. Dengan begitu kedekatan hati mertua dan menanti akan semakin erat.

4. Sayangilah suami sepenuh hati.
    Ketika kita mencintai suami kita sepenuh hati, mertua akan senang, karena merasa anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik dan sesuai pilihannya.

5. Sering mengadakan kegiatan bersama.
    Misalnya ajaklah mertua untuk membuat makanan yang belum pernah dibuatnya, bersama-sama di dapur membuat makanan tersebut, sambil memasak, berceritalah sesuatu tentang cucunya. Pasti mertua akan senang, kita pun akan disayang.

Mertua juga orangtua kita, sayangilah mereka seperti orangtua kandung sendiri bagaimana pun rupa dan tingkah laku mereka. Karena mereka juga muhrim kita, sampai kapanpun tidak ada yang namanya 'bekas mertua'.
   



No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...