Tuesday, December 23, 2014

ANAK BUKANLAH SATU-SATUNYA TUJUAN PERNIKAHAN!!!

   

     Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
    Apa tujuan dari pernikahan kita? Apakah anak adalah tujuan utama dari pernikahan? Ataukah hanya cara untuk mendapatkan status saja di masyarakat? Ataukah hanya karena ikut-ikutan saja? Masing-masing punya jawaban atas itu. Saya cukup miris ketika mendengar ada kasus suami menceraikan atau meninggalkan istrinya gara-gara si istri tidak kunjung hamil. Bahkan ada seorang suami yang tega menganiaya istri gara-gara belum dikaruniai seorang anak pun.
   Perlu kita luruskan kembali niat kita menikah, kalau hanya untuk memperoleh anak, saya yakin pernikahan tersebut tidak akan bertahan lama. 1-2 tahun bolehlah bersabar, namun ketika memasuki tahun ke-5 pernikahan pasti akan banyak konflik yang dipicu karena belum adanya anak di antara mereka.
    Anak adalah rizki dari Allah SWT. Jadi semuanya tergantung kehendakNYA. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa meminta kepadaNYa, selebihnya tergantung pada kehendak Allah SWT. Suami maupun istri tidak boleh menyalahkan satu sama lainnya hanya karena belum dikaruniai anak seharusnya keduanya saling bekerja sama agar segera rahmat Allah SWT datang kepada mereka.
   Sesungguhnya tujuan pernikahan seorang Muslim adalah menyempurnakan separuh agama, atau lebih sederhananya untuk beribadah kepada Allah SWT. Jadi apapun yang dilakukan suami-istri tersebut dalam rangka untuk beribadah kepada Allah SWT. Adapun anak adalah bonus bagi mereka. Tak bisa dipungkiri juga bahwa menikah adalah salah satu sarana manusia untuk melestarikan keturunan. Namun itu bukanlah satu-satunya tujuan menikah.
      Kalaupun nantinya di dalam pernikahan tidak juga kunjung diberikan anak maka bersabarlah dan berusaha tak lupa panjatkan doa memohon kepadaNya untuk segera diberikan keturunan. Kalau tidak sabar, boleh juga untuk mengadopsi anak, sebagai latihan menjadi seorang ibu. Dihalalkan juga untuk berbagi suami.
      Mari kita perbaiki tujuan dari pernikahan kita, tanpa tujuan yang jelas pernikahan pun akan terasa hambar.

8 KIAT MENJADI SAHABAT ANAK

   


    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
      Apakah ibu punya sahabat? Apa arti sahabat buat ibu? Sahabat adalah seseorang yang berteman dekat dengan kita, tahu sejatinya siapa kita, menasihati kita ketika melakukan kemaksiatan.
   Sebagaimana kita, anak juga membutuhkan sahabat untuk bermain, berinteraksi, dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-harinya. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, sekalipun sering diselingi pertengkaran.
   Bersahabat dengan anak , merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua dalam pendidikan anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan orang tua sebagai teladan, tetapi juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya sehingga ia merasa senang, ceria, dan nyaman dengan diri dan lingkungannya.

      Dan inilah 8 kiat menjadi sahabat bagi anak:

1. Jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Berikan respon positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat, karena kitalah sahabat terbaik mereka. 
  Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya tetapi jangan sampai membuat privasinya terusik dan terganggu. Berikan saran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak. Tidak sedikit orang tua yang memaksakan anaknya untuk selalu menerima pendapat atau jalan pikiran sendiri. Tanpa sadar, orang tua sering menerapkan komunikasi satu arah. 
   Beri anak kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan tunjukkan bahwa kita mendengarkan. Bangun rasa saling pengertian; masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Di sini, lagi-lagi orang tua harus mengawalinya.

2. Libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Sebagai sahabat, orang tua harus menyelami dunia anak. Temani dan dampingi anak kita bermain. Pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain. Ajaklah anak berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif.

3. Berikan teguran secara proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuat dirinya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini akan berdampak negatif perkembangan pribadinya.

4. Berikan kepercayaan kepada anak. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dia lakukan, asal tidak membahayakan, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru.

5. Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang dia raih agar ia merasa dihargai dan termotivasi. Berikan penghargaan atas semua perbuatan baik yang dilakukan oleh anak walaupun hanya sekedar pujian, ciuman, atau pelukan. Dengan begitu, anak belajar untuk menghargai dirinya sendiri dan akan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik demi menyenangkan hati orang tuanya.

6. Jadilah orang tua yang menyenangkan buat anak. Orang tua yang menyenangkan akan membuat anak merasa aman dan nyaman di dekatnya. Dengan begitu, ketika memberikan pemahaman kepada anak tentang suatu hal, maka anak dengan mudah dan enak akan memahami dan menerima.

7. Jangan malu mengakui kesalahan atau kekurangan diri. Jangan ragu untuk belajar kepada anak jika memang mereka memiliki ilmu yang belum kita miliku. Orang tua, harus selalu siap koreksi.

8. Ungkapkan rasa sayang. Katakan bahwa kita mencintai dirinya, bagaimanapun keadaannya. Tunjukkan pula dengan sikap sehingga jika anak sedang berbuat salah, ia tak perlu ragu mengakuinya pada kita.

  Dengan menjadi sahabat, insyaAllah orang tua akan lebih dekat dengan anak. Bila anak merasa dekat dengan orang tua, proses pendidikan juga insyaAllah akan berjalan lebih lancar.



Monday, December 22, 2014

9 KIAT ORANG TUA MEMPERSIAPKAN POLA PIKIR DAN POLA SIKAP ANAK MENUJU KEDEWASAANNYA




    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
    Orangtua adalah orang yang pertama kali bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak-anaknya. Dan orang tualah yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah Allah SWT tersebut.
  Tugas orangtua tidak hanya membesarkan anak-anaknya tetapi juga mendidik, membimbing, dan mengarahkan hidup anaknya kepada jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Ketika anak masih kecil (belum baligh), ini sangat mudah bagi orang tua untuk mengarahkan bagaimana anak tersebut melakukan aktivitas. Namun ketika anak memasuki usia baligh, orang tua perlu memperhitungkan secara cermat bagaiman tahap tumbuh kembang anak dan kapan saat anak mereka memasuki usia dewasa.
   Maka tugas orangtua adalah mengantarkan anak menjadi seorang dewasa yang sempurna yang berakhlak mulia. Hal yang terlupakan oleh orang tua adalah mempersiap bekal anak untuk pernikahannya secara matang.

    Inilah 9 kiat bagi orang tua untuk menyiapkan pola pikir dan pola sikap anak menuju kedewasaannya :

1. Orang tua harus memahami kapan Islam menetapkan anak memasuki masa kedewasaannya. Masa awal kedewasaan anak perempuan adalah saat dia pertama kali haid dan anak laki-laki ketika mengalami mimpi basah.

2. Orang tua merancang sistem pendidikan terbaik untuk anaknya.Pendidikan bertujuan untuk menyiapkan pola pikir Islami.

3. Orang tua tidak boleh menyerahkan pendidikan yang bertujuan mematangkan kemampuan berpikir dan berperilaku ini hanya kepada lembaga formal semata. Sebab mayoritas ritme kehidupan anak ada di tengah keluarganya. Lembaga formal hanya sebagai alat bantu untuk menambah informasi dan wawasan bagi anak. Orang tuanyalah yang mengawasi apakah pola mekanisme berpikir dan berperilku ini telah terbentuk pada anak.

4. Orang tua adalah teladan yang pertama bagi anak. Karena itu, orang tua adalah contoh terbaik bagi anak dalam menerapkan pola berpikir dan meneladani bagaimana mengarahkan bersikap.

5. Kesadaran tentang arti dan tujuan hidup harus ditanamkan sejak usia dini.

6. Pernikahan anak bukan berarti menghilangkan tanggung jawab orang tua. Tetapi orang tua nantinya tetap menjadi penasihat dan penengah bagi rumah tangga anaknya.

    Mari Bu senantiasa kita terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang tidak sekedar menjadi induk tetapi pendidik, pengayom, dan pelindung bagi anak-anaknya.





TIPS MENGASAH AKAL AGAR TERBIASA BERPIKIR


TIPS MENGASAH AKAL AGAR TERBIASA BERPIKIR

 
    Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
   Manusia diciptakan sempurna oleh Allah SWT. Kesempurnaan manusia terletak pada adanya akal yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Dengan akal, manusia menjadi berbeda dengan hewan. Dengan akal, maka kehidupan manusia menjadi dinamis tidak statis.
   Namun, hanya segelintir manusia yang mau menggunakan akalnya untuk berpikir. Malah banyak dari manusia yang lebih mengedepankan hawa nafsunya ketimbang akalnya, akibatnya tingkah laku mereka tak ubahnya seperti hewan bahkan melebihi hewan.
    Sebinal-binalnya hewan, induk hewan tidak akan membunuh anaknya. Bagaimana dengan manusia? Fenomena ibu buang bayi sudah banyak kita saksikan merebak di mana-mana. Sebinal-binalnya hewan, pejantan tidak akan mau kawin dengan pejantan. Bagaimana dengan manusia? Fenomena homoseksual dan lesbian pun kini sudah mulai menjangkiti negeri ini. Na'udzubillahi min dzalik.
   Meskipun kita hanya seorang ibu rumah tangga yang mungkin di mata masyarakat hanya dipandang sebelah mata, kita tidak boleh berhenti dari mengasah akal kita agar lebih peka dan tajam melihat permasalahan. Sehingga kita pun akan terhindar dari stres dan sebagai problem solver di tengah-tengah masyarakat jikalau solusi yang kita berikan memang menyelesaikan masalah.

   Inilah tips mengasah akal agar lebih cemerlang melihat permasalahan:

1. Terbiasalah menambah berbagai pengetahuan dan informasi melalui kebiasaab membaca. 

2. Terbiasa memikirkan berbagai fakta yang terjadi, mengaitkannya dengan berbagai informasi yang diterima, dan selalu memperbandingkan keduanya dengan dilandaskan pada agama sebagai sandarannya.

3. Terbiasa berdialog dan berdiskusi dengan pihak lain mengenai fakta yang terjadi sembari mengaitkannya dengan berbagai informasi yang tersedia sekaligus menyandarkannya pada agama yang diyakininya.

4. Terbiasa menyampaikan gagasan secara lisan dan berdialog karena seseorang yang biasa bicara atau berdialog, mau tidak mau, akan selalu mengaitkan berbagai informasi dengan fakta-fakta yang terjadi sekaligus menyandarkannya pada agama yang diyakininya. Semua itu terkait dengan proses pembelajaran dengan cara menyampaikan berbagai pemikiran mengenai fakta-fakta yang ada.

5. Terbiasa menulis, karena orang selalu berusaha untuk menulis akan terdorong untuk membaca, meneliti, dan berpikir agar dapat memperoleh berbagai informasi.

Yuk mari Bu...Kita senantiasa asah akal kita agar menjadikan kita makhluk yang mulia di sisi Allah SWT. Karena Allah sudah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.

TEGA MEMBIARKAN ANAK MENANGIS


TEGA MEMBIARKAN ANAK MENANGIS


   Halo ibu sukses? Apa kabar hari ini? Semoga hari ini menjadi hari yang indah buat kita semua. Amin.
   Beberapa hari yang lalu kedua anakku sakit panas. Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini membuat anak rentan sekali terkena penyakit. Penyakit yang sering datang pada balita adalah panas, pilek, batuk, dan diare. Pasti semua balita sering mengalami keempat penyakit tersebut.
  Kebiasaan yang sering dilakukan balita saat badannya lagi tidak fit adalah menangis! Sedikit-sedikit menangis. Tinggal ke kamar mandi menangis, tinggal angkat jemuran menangis, ditinggal mencuci piring menangis. Inilah yang dialami anak saya. Maunya digendong dan menempel sama uminya. Kita sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan ank-anak kita, pasti tidak tega melihat kondisi anak yang lemes, tidak semangat, dan terus menangis . Pasti seorang ibu akan melakukan apapun agar anaknya bahagia dan sehat. Entah itu memijatkan anaknya, memeriksakan ke dokter, mendoakannya, memberi ramuan tradisional. Hal itu juga yang saya lakukan kemarin ketika kedua anak saya sedang sakit. Dan seorang ibu juga harus rela mengurangi jatah tidurnya untuk menunggu anaknya yang sakit. Saya pun demikian.
    Tapi jangan salah sikap juga, meskipun anak sedang sakit pekerjaan rumah harus tetep beres Bu. Misalnya mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, menyapu. Jangan hanya karena anak sakit, terus kita melalaikan tugas kerumahtanggaan. Meskipun kita tidak bisa melakukannya, kita bisa minta tolong kepada suami untuk membantu. Misalnya cucian menumpuk, bawa saja ke laundry sekali-kali tidak apa-apa.
    Kalau belum sempat memasak, membeli sayur jadi bisa jadi solusi, yang terpenting keluarga tetap ada sesuatu untuk sekedar mengganjal perut. Bagi yang terbiasa sendiri, berarti harus sedikit tega kepada anak kita yang rewel tersebut untuk melakukan aktivitas kerumahtanggaan. Dan ini juga yang kemarin saya alami.
    Karena sekarang sedang musim penghujan, jadi hujan akan selalu turun tanpa kita tahu jadwalnya. Termasuk beberapa hari kemarin saat anak-anak saya sakit, tiba-tiba gerimis turun, sedangkan jemuran belum saya masukan ke dalam rumah, ditambah kondisi anak bungsu yang rewel.
   Dalam kondisi yang tidak kondusif, mau tidak mau saya harus memilih jemuran terlebih dahulu karena kalau saya tetap membiarkan jemuran kehujanan otomatis membuat semua baju basah dan harus menunggu beberapa hari lagi untuk kering karena sinar matahari jarang muncul ketika musim penghujan seperti ini.
   Alhasil saya terpaksa membiarkan si bungsu menangis dan dengan segera saya angkat semua jemuran, tidak sampai 10 menit sudah selesai, kemudian saya menggendongnya kembali dan meminta maaf kepada si bungsu. Kadang kita perlu sedikit tega kepada anak kita dan kita jelaskan kenapa kita berbuat seperti itu.

KONGGRES IBU NUSANTARA

KONGGRES IBU NUSANTARA
     Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
    Di bulan Desember ini ada acara yang luar biasa untuk para ibu yakni "Konggres Ibu Nusantara (KIN)", acara ini diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia tak terkecuali di Solo.
    Di Solo, acara KIN diselenggarakan di auditorium hotel Arini. Tema yang diusung KIN adalah 'Derita Ibu dan Anak karena Matinya Fungsi Negara dalam Rezim Neolib'. Acara tersebut dihadiri oleh ibu-ibu dengan berbagai profesi. Baik guru, PNS, mubalighah, dokter, dsb.
   Konggres ini sebagai bentuk pencerdasan di tengah-tengah umat akan hilangnya fungsi negara yang telah menyebabkan penderitaan yang terus menerus khususnya pada kehidupan keluarga dan generasi. Konggres ini juga mengajak para ibu untuk terus melakukan koreksi terhadap penguasa untuk berhenti berbuat dzolim dan pengkhianatan kepada rakyatnya.
   Banyak sekali kezaliman pemerintah kita contohnya adalah kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi yang membuat para ibu terpaksa bekerja meninggalkan anak-anaknya agar asap dapur tetap bisa mengepul.
    Belum lagi ketika para ibu bekerja, mereka dibayar dengan upah yang murah terlebih lagi ketika mereka menjadi TKW ke luar negeri. Ketika para ibu menjadi TKW, mereka hanya diperas tenaganya tanpa upah yang seimbang dengan apa yang mereka kerjakan ditambah tidak adanya perlindungan hukum dari negara yang membelahak-hak mereka.
  Marilah menjadi ibu yang cerdas dan peduli terhadap kelangsungan hidup para ibu dan generasi.

Sunday, December 21, 2014

EVERYDAY IS MOTHER DAY


EVERYDAY IS MOTHER DAY


      Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
    Tanggal berapa sekarang? Ya benar, sekarang adalah tanggal 22 Desember. Dan tanggal tersebut dijadikan sebagai hari ibu. Banyak orang yang merayakan hari ibu dengan berbagai acara. Ada yang memberi kado untuk ibunya bahkan ada sebuah desa yang mengadakan lomba ibu menjaring ikan di kolam dalam rangka ikut meramaikan hari ibu.
     Tidak salah memang jika kita ikut merayakan hari ibu namun jangan sampai latah ikut-ikutan saja dan tidak tahu maknanya. Sayang kepada ibu tidak hanya setiap tanggal 22 Desember saja, tetapi harus setiap hari kita menyayangi ibu kita.
   Bagi saya tiap hari adalah hari ibu. Karena pengorbanan ibu tidak ada habisnya bahkan bisa dibilang seorang ibu akan berhenti berkorban untuk anaknya ketika ajal sudah menjemputnya.Namun kita lihat fakta yang ada sekarang, sudahkah para ibu sejahtera? Belum. Di negeri ini banyak para ibu yang mengalami deskriminasi. Misalnya seorang ibu dilarang menggunakan jilbab dan kerudung ketika bekerja, seorang ibu dilarang menyusui anaknya ketika istirahat pada saat bekerja, seorang ibu dilarang membawa anaknya ketika bekerja.
   Banyak para ibu yang terlantar hidupnya karena kemiskinan, angka kematian ibu juga semakin meningkat karena kurangnya pelayanan kesehatan, banyak para ibu yang terpaksa bekerja ke luar negeri menjadi TKW dan meninggalkan anak-anaknya demi sesuap nasi. Seharusnya momentum hari ibu ini dijadikan sebagai PR buat pemerintah kita untuk lebih memperhatikan lagi kesejahteraan para ibu.
   Ketidaksejahteraan para ibu salah satu penyebabnya adalah matinya fungsi negara sebagai pengayom dan pelayan rakyat. Justru pemerintahlah yang ingin dilayani rakyat. Akhirnya yang ada hanyalah kesejahteraan para pejabat, rakyat tetap melarat.

Selamat hari ibu!!! I LOVE U MOM....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...