Monday, April 6, 2015

MATI ITU PASTI!!

"Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendati pun kalian berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh."(TQS. an-Nisa: 78)

Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.

Rasanya memang tangan saya ini gatel untuk menuliskan hal ini bukan bermaksud untuk menakut-nakuti tapi saya cukup risih dengan pemberitaan di TV yang sudah hampir 10 hari ini membahas tentang kematian komedian Olga Syahputra. Bahkan ada seorang presenter yang lebay mengatakan,"Indonesia berduka karena telah kehilangan komedian serba bisa yakni Olga Syahputra."..Hadeuh. Hey bang...Indonesia ini berduka sudah lama. Kemiskinan tiap tahun meningkat, hutang negara makin bertambah, harga sembako tiap tahun naik, pajak tiap tahun juga naik, hidup makin susah. Jadi mau Olga masih hidup atau sudah meninggal Indonesia ini akan tetap berduka selama tidak mau berbenah mengganti sistem yang ada.

Ada hal yang sangat ingin saya bagi di sini dan semoga bermanfaat bagi semuanya:

1. Mengenai kematian

    Manusia, alam semesta, dan kehidupan yang ada di dunia ini adalah terbatas, semuanya pasti akan mati. Kematian itu pasti tiba. Entah itu hari ini, besok, lusa, ataupun tahun depan. Seluruh makhluk di dunia ini tak bisa lepas dari yang namanya kematian. Dan tak seorang makhluk pun yang mengetahui kapan dia akan mati bahkan seorang Nabi pun tidak tahu kapan dia akan mati. 

"Setiap yang bernyawa pasti mati."(TQS. Ali Imran: 185)

Mati hanya tinggal menunggu waktunya saja. Diharapkan atau tidak, kematian pasti datang. Ditakuti atau tidak, kematian akan dijalani semua makhluk. Percaya atau ingkar kematian mustahil tak akan kunjung tiba.

2. Penyebab kematian

Banyak orang mengatakan bahwa adanya kematian disebabkan sesuatu hal. Misalnya seperti Olga, banyak yang mengatakan bahwa dia meninggal karena penyakit meningitis. Sehingga disimpulkan bahwa kalau penyakit meningitis itu bisa dihilangkan dari tubuh Olga pasti dia akan sembuh dan sekarang masih hidup. Intinya banyak yang beranggapan bahwa kematian itu datang karena ada sebabnya (mis:penyakit, kecelakaan, terbakar api, tusukan pisau, dll). Sehingga disimpulkan kalau sebab-sebab tersebut tidak terjadi maka kematian tidak akan datang.

Pernyataan di atas adalah pernyataan yang salah. Yang sebenarnya adalah pada hakekatnya kematian itu satu dan sebabnya pun satu yakni berakhirnya ajal bukan yang lain. Dan yang mematikan adalah Allah SWT saja bukan dokter ataupun yang lain. Karena banyak orang yang juga mengalami kondisi-kondisi yang menurut banyak orang sebagai 'penyebab kematian' tapi nyatanya mereka tidak mengalami kematian. 

Allah SWT telah mengabarkan kepada kita dalam banyak ayat bahwa sebab kematian adalah berakhirnya ajal, dan bahwa Allah lah yang mematikan. Jadi kematian terjadi secara pasti disebabkan oleh (berakhirnya) ajal dan hal ini tidak dapat ditawar-tawar secara mutlak. Dan yang mematikan hanyalah Allah SWT. Dia pula yang melangsungkan pelaksanaan kematian tsb.

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya."(TQS.Ali Imran: 145)

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya."(TQS. Az-Zumar: 42)

"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan."(TQS. al Baqarah: 258)

"Kami telah menentukan kematian di antara kamu."(TQS. al-Waqiah: 60)






Sunday, March 29, 2015

IBU BODOH

      Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin.
      Blog ini beberapa kali ganti judul, awalnya saya beri nama blog 'ibu rumah tangga sukses mulia', alasannya sederhana karena saya pengin seperti itu. Tapi karena saya takut memberi 'PHP' kepada pembaca akhirnya saya ganti lagi namanya dan terakhir blog ini saya beri nama 'catatan ibu bodoh'. Bukan tanpa alasan saya memberi nama blog kesannya memang kurang sopan dan tidak enak dibaca. Tapi itulah saya. Catatan ibu bedoh artinya memang catatan keseharian saya sebagai ibu rumah tangga yang masih perlu banyak belajar (bodoh) untuk menjadi seorang ibu dan istri yang ideal.
Ya, saya adalah ibu bodoh dan inilah kebodohan yang telah saya lakukan:

1. Setelah menikah dan mempunyai anak, saya memutuskan untuk tidak bekerja demi anak-anak karena saya tidak mau anak-anak kurang kasih sayang ibunya dan menjadi anak-anak yang liar. Apalagi jaman sekarang yang merupakan zaman serba bebas apa-apa diumbar hanya untuk uang tidak peduli apakah itu benar atau tidak. Dan kata ibuku, apa yang saya lakukan ini adalah sebuah kebodohan. Katanya rugi disekolahkan sampe perguruan tinggi eh ujungnya cuma jadi ibu rumah tangga yang menurutnya cuma tahu urusan dapur, sumur, dan kasur. Dan beliau pun bilang menyesal telah menyekolahkan saya karena 'tidak ada untungnya'. 

2. Saya banyak menolak tawaran pekerjaan yang mengharuskan saya meninggalkan rumah.
Ya, banyak sekali tawaran pekerjaan yang menghampiri saya baik dari saudara saya maupun tetangga. Baik itu jadi pengajar, buruh pabrik, dsb tapi saya tolak karena anak saya masih balita yang butuh akan full ASI, perhatian dan juga pendidikan dari ibunya. Ditambah lagi dengan penghasilan dari pekerjaan tersebut yang tidak sesuai dengan pengorbanan ketika saya keluar rumah rumah untuk bekerja selama 8 jam. Buat beli susu, bayar tempat penitipan anak, biaya laundry, dsb. 

3. Saya memilih untuk menikah muda.
Ya, kebodohan-kebodohan di atas dikarenakan saya memilih untuk menikah muda. Begitu lulus kuliah langsung menikah dan mempunyai anak. Jadi inilah yang membuat ibu saya kecewa karena biaya yang dikeluarkan untuk kuliah 'belum balik modal'. Bukan tanpa alasan saya menikah muda, ketika suami saya datang untuk melamar sebenarnya ortu tidak mengijinkan untuk menikah tetapi mengijinkan saya untuk berpacaran terlebih dahulu untuk lebih mengenal satu dengan yang lainnya.Tetapi saya tiak mau daripada pacaran yang malah menimbulkan maksiat lebih baik tidak usah jadi saja. Tapi karena ibu takut akan mitos Jawa 'kalau seorang gadis menolak laki-laki yang ingin menikahinya nanti ia jadi perawan tua seumur hidup' akhirnya ibu menyetujui saya dan suami menikah.

Oleh karenanya saya memberi nama blog ini 'catatan ibu bodoh'. Karena saya ibu bodoh yang masih harus belajar untuk menjadi ibu yang amanah dan istri yang sholiha. Inilah karir saya dan inilah pilihan hidup saya.

Monday, March 16, 2015

PUTUSIN PACARMU!

      Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin. 
       Banyak pasangan yang sedang dimabuk asmara (pacaran) mengira bahwa kehidupan mereka setelah mengikat janji suci pernikahan bak film India. Semuanya indah dan yang ada hanya aku dan kamu..cinta,cinta, dan cinta. Beuh. Alhamdulillah, saya adalah orang yang tidak melewati pacaran sebelum pernikahan jadi saya tidak tahu bagaimana rasanya pacaran. Proses yang saya lalui adalah perkenalan, calon suami melamar, terus menikah deh, its so simple i think. 
    Banyak yang menganggap bahwa pacaran adalah proses mengenal pasangan. Para aktivis pacar mengatakan 'dalam mencari istri/suami jangan sampai kita membeli kucing dalam karung oleh karenanya perlu adanya aktivitas pacaran'.Beuh..Kayaknya benar tapi menyesatkan. HAHAHA.
     Saya cukup miris melihat remaja, anak muda belia sudah melakukan aktivitas pacaran. Terus ujung-ujungnya halim eh hamil. Dan lebih herannya kenapa para orangtua membolehkan anak-anak mereka pacaran?! Takut anaknya gak dapat jodoh? Tenang saja Bu, jodoh itu Allah SWT yang menentukan. Jodoh itu di tangan Allah SWT bukan ditangan pacar.
     Coba kita belajar kepada orangtua jaman dahulu, hampir tidak ada yang melakukan aktivitas pacaran dan subhanallah rumah tangga mereka langgeng hingga maut memisahkan. Sangat berbanding terbalik dengan rumah tangga pasangan muda saat ini, pacarannya dilama-lamain giliran jadi menikah eh cuma 2 bulan. Astaghfirullah. 
    Sejatinya tidak ada korelasi antara lamanya pacaran dengan lamanya kelanggengan rumah tangga. Kalau ingin mendapatkan pasangan yang baik maka kita harus baik juga dan bergaul di lingkungan yang baik pula. Dan jangan lupa berdoa meminta jodoh yang baik kepada Allah SWT.
Coba kita lihat aktivitas dalam berpacaran, kebanyakan melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Dari pegangan, ciuman, sampai beradegan layaknya suami istri. Kalau pacaran gak ngapa-ngapain, terus ngapain pacaran.
    STOP PACARAN!!!! Putusin pacarmu saat ini juga. Yuk lebih baik kita melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Masalah jodoh tenang saja sudah diatur sama Allah SWT.

Sunday, March 15, 2015

KEEP SILENT!!

Abu Hurairah ra. menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."

        Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin. Hadist di atas seharusnya menjadi pijakan kita untuk bertingkah laku khususnya para ibu. Seringkali saya melihat ibu-ibu di sekitar saya ketika lagi kumpul bersama yang dibahas adalah kejelekan orang lain entah si A selingkuh dengan si C, atau si B hobinya bla bla bla. Astghfirullah. Yang sebenarnya tidak ingin mendengarkan jadi 'terpaksa' mendengarkan karena terdengar dengan jelas. Apa manfaatnya coba membicarakan hal tersebut?! Yang ada malah nambah-nambahin dosa. 
    Apa susahnya membicarakan hal yang lebih bermanfaat dan berpahala? misalnya beriskusi mengenai bagaimana mendidik anak secara Islami, atau tips agar anak hafal al Qur'an, bisa juga tips agar shalat khusu', dan lain sebagainya. Bukanlah itu lebih bermanfaat dan mendatangkan pahala karena termasuk aktivitas berdakwah. Kalau memang tidak mampu berbicara sesuatu hal baik ya 'diamlah' itu malah lebih baik. Saat ini sangat sedikit memang ketika kita bertemu sesama Muslim membahas tentang kebaikan yang ada malah ngomongin orang. Seakan-akan aktifitas  'membicarakan kebaikan atau tentang Islam' adalah milik ustad ataupun ustadzah. Padahal amar ma'ruf nahi munkar adalah wajib bagi setiap mukmin baik laki-laki maupun perempuan.

"Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (TQS. aN-Nahl: 125)

Kalau memang tidak bisa lewat ucapan lewat tulisan pun tidak mengapa misalnya lewat blog seperti saya ini atau lewat media sosial pun juga boleh. Kalau masih beriman kepada Allah, yuk keep silent untuk tidak ngomongin hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

Friday, March 13, 2015

MOVE ON

Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Di antara (tanda) kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya."


      Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin. Sudah 2 bulan ini, saya meninggalkan dunia perbloggingan, bukan karena malas ataupun bosan tapi karena diprotes anak dikarenakan saya sibuk utak atik laptop sehingga perhatian kepada anak agak berkurang. Memang manajemen waktu saya kurang baik sehingga antara aktivitas blogging dengan mengurus rumah tangga sering bertabrakan padahal sudah saya jadwal dengan sedemikian rupa tapi tetap saja yang namanya manusia penuh dengan khilaf.
     Akhirnya saya pun mundur sementara dari dunia blogging untuk kembali melaksanakan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga karena anak-anak sudah mulai tumbuh besar sehingga butuh lebih banyak perhatian bila dibandingkan saat mereka masih bayi. Banyak pelajaran yang mesti saya sampaikan dan tanamkan kepada anak-anak ditambah dengan keteladanan orang tua adalah yang menjadi kunci utama dalam mendidik anak.
      Mendidik anak saat mereka masih kecil ibarat kita mengukir tulisan di atas batu, pembelajaran yang diberikan orang tua kepada anak saat masih kecil akan senantiasa menancap kuat dalam memori anak. Ketika didikan orang tua salah maka akan sulit memperbaikinya. Saya bukanlah ibu yang sempurna tapi berusaha yang terbaik untuk memberikan pengasuhan dan pendidikan untuk anak-anakku.

Rasulullah SAW bersabda:
"Diantara hak orangtua terhadap anaknya adalah mendidiknya dengan budi pekerti yang baik dan memberinya nama yang baik."

      Membentuk anak yang shalih bukanlah pekerjaan yang mudah. Lebih-lebih di zaman sekuler seperti saat ini yang seluruh aspek kehidupan diatur dengan cara kapitalistik dan jauh sekali dari Islam. Islam hanya digunakan untuk mengatur urusan ritual semata seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan cara mendidik anak sekarang pun jauh dari nilai-nilai Islam. Ibu-ibu zaman sekarang lebih senang melihat anak-anaknya jadi artis ketimbang menjadi penghafal al Qur'an. Sungguh miris.
      

Sunday, January 25, 2015

FILM 'HIJAB' LECEHKAN HIJAB

      Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin. 
       Lagi sutradara Hanung Bramantyo membuat film yang menurut saya menyudutkan (protes) terhadap syariat Islam yakni film 'HIJAB' yang sudah mulai tayang 15 januari 2015 kemarin.
Saya memang belum lihat filmnya tapi sudah cukup mewakili dengan melihat thrailler dan komentar-komentar muslimah yang habis nonton film tersebut. Film tersebut bergenre komedi dengan menampilkan tiga tokoh muslimah yang kurang nyaman dengan hijabnya. Saya kira film 'HIJAB' ini akan menginspirasi para muslimah yang belum berhijab untuk segera menutup auratnya dengan memakai khimar dan jilbab ternyata film ini malah bentuk propaganda untuk berpikir ulang kalau ingin memakai hijab.

Beberapa hal yang saya tidak setujui dalam film 'HIJAB':

1. Memakai hijab adalah kewajiban muslimah bukan pilihan.
    Di film tersebut, digambarkan tiga tokoh muslimah (sari, anin, tata) yang tidak nyaman dengan hijabnya. Dinyatakan dalam film tersebut bahwa mereka memakai hijab karena 'terjebak' oleh keadaan. Seakan-akan Hanung mau mengatakan bahwa memakai hijab itu pilihan bukan kewajiban. Kalau kamu mau memakai hijab perbaiki hati dulu, lakukan secara sadar dan ikhlas bukan paksaan. Menurut saya kewajiban memakai hijab dengan memperbaiki akhlak adalah suatu hal yang berbeda. Memang tidak dipungkiri masih banyak muslimah yang berhijab tapi perilakunya menyimpang dari Islam, tapi hal ini tidak merubah hukum menutup aurat dan memakai jilbab menjadi sunah sampai kapanpun hukum menutup aurat, memakai krudung dan jilbab adalah wajib. Yang memakai hijab saja masih belum baik perilakunya, apalagi yang tidak berhijab dan maksiat?.

2. Taat kepada suami bukanlah bentuk pengekangan terhadap wanita tapi surga bagi muslimah.

3. Menjadi ibu rumah tangga bukanlah profesi yang tercela tetapi disitulah kemuliaan wanita.
Dalam film tersebut dinyatakan secara sarkastik pelecehan terhadap wanita yang 'hanya' menjadi ibu rumah tangga bahwa perempuan itu harusnya di rumah, melayani anak dan suami, dan di dapur. Menurut Hanung, wanita yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga bukanlah wanita yang modern, baginya (digambarkan lewat film tentunya) seorang muslimah juga harus berkarir di luar rumah dan mempunyai penghasilan sendiri jangan semua tergantung sama suami. Hey, lihatlah...berapa banyak ulama, profesor, ilmuwan yang tercetak dari tangan dingin seorang ibu rumah tangga. Lihatlah Imam Syafii yang terdidik dari ibu tunggal yang hanya seorang ibu rumah tangga.

Sayang kalau energi, biaya, dan waktu hanya dihabiskan untuk membuat film yang mengolok-olok agamanya sendiri. Tidak ada yang perlu diolok-olok dalam Islam. Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah dan tidak ada cela di dalamnya karena diturunkan oleh Sang Maha Sempurna yakni Allah SWT.

Wednesday, January 21, 2015

5 KIAT MEMBANGUN KELUARGA SEHAT SECARA ISLAMI

Halo ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini  adalah hari yang indah buat kita semua. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya bersifat pasti. Menjadi keluarga yang senantiasa sehat adalah dambaan setiap keluarga. Tidak hanya sehat secara fisik namun sehat secara keseluruhan. Keluarga sehat bermakna bahwa seluruh anggota keluarga dapat menjalani kehidupan secara sehat, baik yang terkait dengan fisik (makanan, minuman, pakaian, rumah, dan tubuh) yang pemenuhannya menggunakan pola pikir dan pola sikap berlandaskan akidah Islam.

INILAH 5 KIAT MEMBANGUN KELUARGA SEHAT SECARA ISLAMI:

1. Memberikan nafkah kepada keluarga hanya yang halal dan baik.
    "Kewajiban ayahlah memberi makan dan pakaian kepada ibu dengan cara yang makruf." (TQS. al Baqarah: 233).
Di antara nafkah yang wajib diberikan ayah kepada keluarga adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang baik kepada keluarganya. Baik di sini bukan berarti yang mahal tetapi yang diperoleh dengan cara yang halal dan zatnya pun juga halal.

2. Hanya makan makanan dan minuman yang halal baik zatnya maupun cara memperolehnya.
   Kehalalan makanan akan berpengaruh paling tidak dalam, Pertama: menjaga keseimbangan jiwa manusia yang hakikatnya suci sebagaimana baru dilahirkan ke dunia. Kedua: menumbuhkan daya juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Islam di muka bumi. Ketiga: menumbuhkan sikap percaya diri di hadapan Allah SWT. Keempat: membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu.

3. Mencegah diri dan keluarga dari berbagai penyakit baik fisik maupun penyakit hati (iri, dengki, riya).

4. Membiasakan keluarga untuk berolahraga.
    "Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah."(HR. Muslim).

5. Membiasakan keluarga untuk zuhud dan tidak tenggelam dalam kenikmatan.
    Zuhud tidak berarti pelit tetapi hidup sederhana sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dalam kehidupan beliau baik dalam berpakaian, makan, maupun tempat tinggal.
Semoga bermanfaat.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...