Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Di antara (tanda) kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya."
Assalamu'alaikum ibu sukses. Apa kabar hari ini? Semoga hari ini adalah hari yang indah buat kita semua. Amin. Sudah 2 bulan ini, saya meninggalkan dunia perbloggingan, bukan karena malas ataupun bosan tapi karena diprotes anak dikarenakan saya sibuk utak atik laptop sehingga perhatian kepada anak agak berkurang. Memang manajemen waktu saya kurang baik sehingga antara aktivitas blogging dengan mengurus rumah tangga sering bertabrakan padahal sudah saya jadwal dengan sedemikian rupa tapi tetap saja yang namanya manusia penuh dengan khilaf.
Akhirnya saya pun mundur sementara dari dunia blogging untuk kembali melaksanakan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga karena anak-anak sudah mulai tumbuh besar sehingga butuh lebih banyak perhatian bila dibandingkan saat mereka masih bayi. Banyak pelajaran yang mesti saya sampaikan dan tanamkan kepada anak-anak ditambah dengan keteladanan orang tua adalah yang menjadi kunci utama dalam mendidik anak.
Mendidik anak saat mereka masih kecil ibarat kita mengukir tulisan di atas batu, pembelajaran yang diberikan orang tua kepada anak saat masih kecil akan senantiasa menancap kuat dalam memori anak. Ketika didikan orang tua salah maka akan sulit memperbaikinya. Saya bukanlah ibu yang sempurna tapi berusaha yang terbaik untuk memberikan pengasuhan dan pendidikan untuk anak-anakku.
Rasulullah SAW bersabda:
"Diantara hak orangtua terhadap anaknya adalah mendidiknya dengan budi pekerti yang baik dan memberinya nama yang baik."
Membentuk anak yang shalih bukanlah pekerjaan yang mudah. Lebih-lebih di zaman sekuler seperti saat ini yang seluruh aspek kehidupan diatur dengan cara kapitalistik dan jauh sekali dari Islam. Islam hanya digunakan untuk mengatur urusan ritual semata seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan cara mendidik anak sekarang pun jauh dari nilai-nilai Islam. Ibu-ibu zaman sekarang lebih senang melihat anak-anaknya jadi artis ketimbang menjadi penghafal al Qur'an. Sungguh miris.
Rasulullah SAW bersabda:
"Diantara hak orangtua terhadap anaknya adalah mendidiknya dengan budi pekerti yang baik dan memberinya nama yang baik."
Membentuk anak yang shalih bukanlah pekerjaan yang mudah. Lebih-lebih di zaman sekuler seperti saat ini yang seluruh aspek kehidupan diatur dengan cara kapitalistik dan jauh sekali dari Islam. Islam hanya digunakan untuk mengatur urusan ritual semata seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Bahkan cara mendidik anak sekarang pun jauh dari nilai-nilai Islam. Ibu-ibu zaman sekarang lebih senang melihat anak-anaknya jadi artis ketimbang menjadi penghafal al Qur'an. Sungguh miris.
No comments:
Post a Comment